Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Masuki Tatanan New Normal, Gugus Tugas Buleleng Perpanjang Jam Operasional Pasar

  • 08 Juli 2020
  • 19:25 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1207 Pengunjung
suaradewata

Buleleng, suaradewata.com - Dengan akan diberlakukannya New Normal atau tatanan kehidupan era baru yang akan diberlakukan di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali pada Kamis (9/7/2020) besok sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 3355 tahun 2020, tentang protokol tatanan kehidupan era baru yang akan diberlakukan di 14 sektor lokal Bali, Buleleng mulai merubah beberapa kebijakan sebelumnya.

Kali ini Pemkab Buleleng melalui Gugus Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, merubah pemberlakuan jam buka tutup kegiatan perdagangan di toko-toko modern dan toko konvensional, pasar, pedagang klontong, warung dan pedagang kaki lima yang semula buka dan tutup pada pukul 06.00 wita sampai pukul 18.00 wita, mulai Kamis (9/7/2020) menjadi buka dan tutup dari pukul 05.00 qita sampai dengan 21.00 wita.

Sekretaris GTPL Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, sesuai SE Gubernur Bali apabila pasar menunjukkan gejala sebagai klaster penularan Covid-19, akan dilakukan penutupan sementara serta seluruh pedagangnya harus dilakukan rapid test massal. Khusus di Buleleng, selain pasar Bondalem belum ada pasar menunjukkan fenomena baru penularan Covid-19.

Sebelumnya hasil sampling yang dilakukan pada beberapa pasar di Buleleng sudah dilaporkan ke Gugus Tugas Provinsi Bali. Sampling dengan rapid test ini, karena tertuang dalam SE Gubernur. Yakmi, pasar menjadi klaster penularan Covid-19 dan harus dilakukan rapid test. Hanya saja di Buleleng, pasar yang tidak menjadi klaster penularan Covid-19.

Kendati demikian, tetap dilakukan rapid test sampling guna meyakinkan bahwa pasar tidak menjadi pusat penularan Covid-19. "Tentu caranya adalah dengan sample, tidak dengan malakukan rapid test populasi atau massal keseluruhan pedagang," ungkap Suyasa, Rabu (8/7/2020) siang.

Selain bidang perdagangan, Suyasa yang juga menjabat Sekda Buleleng, untuk di bidang pariwisata juga dibuka untuk umum khususnya lokal Bali. Artinya, yang berkunjung ke daerah tujuan wisata (DTW) yang ada di Buleleng merupakan orang lokal Bali termasuk WNA yang memang sudah menetap di Bali.

Pemberlakuan ini nantinya dievaluasi sampai 31 Juli. Jika kondisi membaik serta tidak terjadi penularan secara masif akibat pembukaan yang bersifat lokal maka akan dibuka secara lebih luas bersifat domestik. "Jadi pemangku kepentingan maupun masyarakat harus saling bahu-membahu dalam rangka membuka tatanan kehidupan era baru. Dan Buleleng masuk dalam zona hijau," tandas Suyasa.

Untuk perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, secara kumulatif jumlah pasien positif ada 104 orang, dinyatakan sembuh ada 90 orang, masih dalam perawatan sebanyak 13 orang, dan dirujuk ke Denpasar terdapat 1 orang. Sementara jumlah PDP negatif sebanyak 23 orang, terkonfirmasi ada 7 orang dan dirawat sebanyak 2 orang. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER