Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Terungkap, Sebelum Dibuang Ternyata Bayi Dibekap Ibunya Hingga Meninggal

  • 07 Juli 2020
  • 19:10 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1192 Pengunjung
suaradewata

Buleleng, suaradewata.com - Penanganan kasus pembuangan bayi dalam kondisi meninggal dan ditemukan dimangsa biawak di wilayah Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, beberapa waktu lalu, mulai menemukan titik terang. FSK (17) yang ditetapkan sebagai tersangka, ternyata terungkap, sebelum membuang bayi itu sempat membunuh dengan cara dibekap.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, tapi FSK (17) tinggal di salah satu desa di Kecamatan Gerokgak belum ditahan mengingat masih dibawah umur. Dari informasi yang diterima, tersangka FSK ternyata melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu tanpa terencana ketika usia kandungannya menginjak 8 bulan.

Awalnya pada Rabu (3/6/2020) sekitar pukul 23.00 wita, tersangka yang sedang tidur merasakan sakit pada perutnya dan ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalam perutnya disertai ada cairan yang keluar dari alat kelaminnya. Tersangka FSK sempat mengejan sebanyak 3 kali. Saat mengejan terakhir, tersangka FSK merasakan mengeluarkan sesuatu dari kemaluannya.

Saat dilihat, ternyata keluar sesosok bayi yang masih berada diatas kasur tempat FSK tidur. FSK yang panik, langsung membungkus bayi tersebut dengan kain warna ungu dan membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan. Tersangka yang melihat bayi itu bergerak dengan posisi telungkup lalu membalikkannya.

Karena tersangka takut bayi tersebut menangis dan didengar keluarganya, tersangka FSK ksmudian menutup mulut dan hidung bayi tersebut selama dua menit hingga bayi tersebut diketahui sudah tidak bergerak lagi. Setelah mengetahui buah hatinya tidak bergerak, tersangka panik.

Takut ketahuan orang lain, karena melahirkan anak diluar perkawinan, FSK memasukkan bayi, ari-ari, dan kain warna ungu tersebut ke dalam kardus. Selanjutnya, FSK membuang kardus yang berisi jenazah bayi tersebut ke wilayah Desa Pemuteran menggunakan sepeda motor

Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, awalnya tersangka msngaku bahwa bayi yang dibuang itu sudah meninggal saat dilahirkan. Hanya saja dari hasil otopsi terhadap jenazah bayi yang dibuang, pada tulang rahang bawah bayi tersebut ada resapan darah akibat benda tumpul.

Ketika kembali diintrogasi, akhirnya baru tersangka mengakui jika dirinya sempat membekap bayinya hingga tak bergerak. "Bayi dilahirkan dalam keadaan hidup, lalu karena takut dia membekap bayi itu selama dua menit sampai bayinya tidak bergerak," ungkap Sinar Subawa, Selasa (7/7/2020) siang.

Sejauh ini, dijelaskan Sinar Subawa, polisi sudah memeriksa 8 orang saksi dalam penanganan kasus ini. "Motifnya, agar tidak diketahui orang. Barang bukti kami amankan satu baju kaos, celana pendek, lembar sprei, kain warna ungu yang sebagian terbakar, gunting dan satu unit motor," kata Sinar Subawa, di Mapolres Buleleng.

Lantaran masih dibawah umur, diakui Sinar Subawa, terhadap tersangka FSK memang tidak dilakukan penahanan. Namun karena ancaman hukuman tersangka FSK diatas 5 tahun, maka aturan diversi tidak dimungkinkan. "Kami pertimbangkan mental tersangka yang harus dijaga. Sekarang tersangka masih didampingi oleh psikolog dan berada di rumah penampungan," jelas Sinar Subawa.

Selain itu, polisi juga masih melakukan pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik terhadap 1 ruas tulang dari jenazah bayi dan mengambil 2 buah cotton swab dari tersangka FSK untuk mengetahui DNA dari bayi itu. "Untuk siapakah orangtua biologis bayi ini (ayah kandung) masih dikembangkan, nanti diambil sampel DNA bayi itu," tandas Sinar Sunawa.

Kini tersangka FSK terancam dijerat Pasal 341 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER