Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Penerapan New Normal Pulihkan Ekonomi Bangsa

  • 06 Juli 2020
  • 13:40 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1266 Pengunjung
google

Oleh :Alfisyah Kumalasari

Opini, suaradewata.com - Pembukaan era New Normal kadang masih dicemooh oleh sebagian orang dan mereka merasa dipaksa untuk berdamai dengan Corona. Padahal jika semua orang tetap bersembunyi di rumah, roda ekonomi Indonesia bisa berhenti total. Seharusnya kita menyambut New Normal dengan gembira dan bekerja lebih keras lagi agar kondisi finansial negara kembali sehat.

Meskipun masih berada di masa pandemi Cvid-19, namun New Normal patut diapresiasi karena bisa memulihkan kondisi ekonomi di Indonesia. Ketika pasar dan pusat perbelanjaan dibuka lagi untuk umum, maka terjadi lagi transaksi setiap harinya. Roda ekonomi juga bisa berjalan kembali. Pelan-pelan kita bangkit agar pertumbuhan ekonomi semakin membaik dan tidak terkena resesi yang mengerikan.

Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa memang harus ada kompromi di era New Normal. Ketika isolasi mandiri terus-menerus, akan berakibat buruk bagi perekonomian. Jadi beliau juga setuju akan pelonggaran aturan selama era New Normal, dengan catatan harus disiplin. Yang dimaksud dengan disiplin adalah tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti rajin cuci tangan atau memakai handsanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak.

Agar lebih aman, maka transaksi ekonomi bisa dengan uang digital atau kartu debit / creditcard. Selain itu, semua pegawai pusat perbelanjaan juga wajib pakai masker. Tempat itu juga wajib dibersihkan dan disemprot disinfektan setidaknya 4 jam sekali. Terutama di bagian tombol lift, pegangan eskalator, lantai, pegangan pintu, dan bagian-bagian lain yang sering dipegang oleh banyak orang. Jadi dipastikan bahwa walau perekonomian dijalankan lagi di era New Normal, akan tetap aman dari penularan Corona.

Di era New Normal, selain pembukaan pasar dan pusat perbelanjaan, sektor transportasi juga dibuka lagi walau dengan banyak persyaratan. Masyarakat boleh naik pesawat antar kota atau antar pulau, boleh juga naik bus dan kereta api. Namun dengan adanya aturan physical distancing, penumpang tidak boleh duduk bersisian. Harus ada jarak antar kursi yang diduduki oleh penumpang. Mereka juga wajib menyertakan surat keterangan bebas Corona dan diperiksa dulu suhu badannya sebelum melakukan perjalanan.

Para pilot, pramugari, masinis, dan karyawan lain di bidang transportasi tentu gembira dengan dibukanya era New Normal. Karena mereka bisa bekerja lagi setelah sebelumnya diwajibkan untuk stayathome. Ketika mereka mendapat gaji lagi, maka bisa dibelanjakan, dan aktivitas di pasar bisa naik lagi. Secara tidak langsung akan menjalankan lagi perekonomian yang sempat hampir mandek akibat daya beli masyarakat yang turun drastis.

Bidang pariwisata juga mulai dibuka lagi di era New Normal. Hotel, losmen, dan tempat rekreasi boleh dibuka kembali setelah sepi pengunjung selama beberapa bulan terakhir. Hal ini tentu menggembirakan bagi pengusaha di bidang pariwisata, karena kemarin usahanya nyaris merugi, karena tingkat okupasi menurun hingga hampir 80 persen.

Ketika bidang pariwisata dibuka lagi, maka yang untung tidak hanya pengusaha, tapi juga orang-orang di sekitarnya. Misalnya penjaga parkir, pedagang kaki lima, dan lain-lain. Mereka juga mendapat cipratan rezeki dari pengunjung yang ingin refreshing setelah berbulan-bulan mengurung diri di rumah. Kondisi finansial mulai dari rakyat kecil sampai pengusaha kelas kakap mulai bangkit lagi.

New Normal sangat bagus karena bisa menyehatkan lagi kondisi perekonomian di Indonesia. Pasar yang dibuka lagi tentu akan menjalankan kembali roda perekonomian negeri ini. Bidang transportasi dan pariwisata juga dibuka lagi, dan pegawai mereka merasa senang karena bisa bekerja kembali, dengan catatan harus mematuhi protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah.

 

 Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER