Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Duo Bersaudara Kasus Penebasan di Gudang Besi, Dihukum 13 Tahun

  • 02 Juli 2020
  • 18:40 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1284 Pengunjung
Istimewa

Denpasar,suaradewata.com -  Kasus penebasan di sebuah gudang besi di Kerobokan yang dilakukan dua bersaudara kakak beradik oleh majelis hakim di PN Denpasar diganjar hukuman selama 13 tahun penjara.

Kakak adik asal Oebatu, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, bernama Semi Adibu Oktavianus alias Semi (27) dan Seniks Simri Octavianus alias Seniks (25), diputuskan oleh Hakim Konyhartanto,SH.MH secara virtual, Kamis (2/7).

Keduanya oleh hakim dinilai bersalah melakukan tindak penganiayaan dan kekerasan yang mengakibatkan korban Abdi Arizi meninggal dunia.

"Kedua terdakwa terbukti secara sah melawan hukum Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Menghukum kedua terdakwa masing-masing pidana penjara selama 13 tahun," putus hakim yang disaksikan oleh terdakwa dan JPU secara telekonferens.

Vonis ini hanya dikurangi satu tahun dari tuntutan jaksa penuntut Umum (JPU) Nyoman Agus Pradnyana,SH yang sebelumnya mengajukan hukuman 14 tahun. Terkait putusan ini, JPU dan terdakwa menyatakan menerima.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, peristiwa berdarah itu terjadi di mess gudang besi PT. Supra Bintang Utama, Jalan Muding Mundeh, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, 1 November 2019 sekitar pukul 23.00 Wita.

Berawal ketika terdakwa Semi terlibat adu mulut karena kesalahpahaman dengan Andi Duro (belum diketahui keberadaannya). Saat itu terdakwa Semi menghubungi terdakwa Seniks untuk datang ke gudang besi tersebut. 

Tak berselang lama Seniks datang dengan membawa parang yang dibawanya dari rumah dan langsung menuju lantai II. Dimana saat itu, di lantai II, korban Abdi Arizi sedang menengahi pertengkaran antara Semi dan Andi Duro.

Ketika Seniks tiba di lantai II, tanpa babibu langsung menebas Abdi Arizi beberapa kali. Dibarengi Semi yang memukul kepala Abdi Arizi dengan potongan besi double stick berulang kali. 

Melihat kejadian itu, Andi Duro dengan menggunakan pedang dibantu Sugianto alias Toing (saksi) yang menggunakan besi beton menyerang kedua terdakwa itu.

Saat penyerangan itu pedang Andi Duro terlepas, kemudian diambil oleh terdakwa Seniks dan berbalik menyerang Andi Duro dan Sugianto. Mendapat serangan itu Andi Duro dan Sugianto pun kabur meninggalkan mess. 

"Saat itu korban Abdi Arizi berjalan turun ke lantai I hendak menyelamatkan diri menuju kamarnya dengan kondisi kepala terluka dan mengeluarkan banyak darah," sebut Jaksa.

Namun naas, korban yang sempat mendapat perawatan akhirnya meninggal pada tanggal 10 November 2019 sekitar pukul 20.00 Wita di RSUP Sanglah.mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER