Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Awali Hidup Bali Era Baru, Pemerintah Kab/Kota Gelar Upacara Pamahayu Jagat di Pura Agung Besakih

  • 02 Juli 2020
  • 13:05 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1412 Pengunjung
suaradewata

Denpasar, suaradewata.com - Kegiatan tatap muka secara virtual dengan para Camat, Lurah dan Perbekel se-Bali yang dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster, Rabu (1/7) dimanfaatkan oleh pejabat nomor satu dilingkungan Pemprov Bali ini untuk mensosialisasikan Skema Tatanan Hidup Bali Era Baru.

Dalam tatap muka itu, Gubernur Koster menyampaikan skema tatanan hidup Bali era baru yang saat ini sedang dalam proses penyempuraan. Namun sesuai hasil koordinasi dengan pusat, maka Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali sepakat mengawali skema tatanan hidup Bali era baru dengan Upacara Pamahayu Jagat di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa, 5 Juli 2020 mendatang.

Upacara ini akan diikuti doa lintas agama di tempat ibadah masing-masing secara serentak pada Pukul 10.00 Wita. Tujuan dari ritual dan doa serentak ini adalah untuk menghaturkan puji syukur kepada Tuhan atas anugrah yang diberikan sehingga penanganan COVID-19 di Daerah Bali bisa dilaksanakan dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu untuk dimulainya tatanan kehidupan Bali era baru.

Selain di Pura Besakih, ritual juga akan dilaksanakan di Pura Kahyangan Desa se-Bali. Masuk pada skema berikutnya, pada tanggal 9 Juli, Bali akan membuka hanya untuk sektor di luar pariwisata dan pendidikan bagi masyarakat lokal. Koster juga mengungkap, bahwa sebelum informasi ini diumumkan secara resmi, Gubernur Wayan Koster memandang perlu untuk menyampaikan informasi lebih awal kepada para Camat, Perbekel dan Lurah agar mereka melakukan prakondisi serta mulai melakukan upaya atau aksi nyata dalam mendisiplinkan masyarakatnya dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Disisi lain, Koster memahami sebagai sebuah pandemi, vaksin untuk COVID-19 hingga saat ini belum ditemukan dan itu artinya virus ini akan tetap ada. “Sudah tiga bulan lebih, kita tak bisa terus melarang orang untuk bepergian atau menutup usaha mereka yang tentunya berdampak pada perekonomian. Untuk itu, kita harus memikirkan skema agar kehidupan masyarakat berjalan dengan baik kembali,” urainya. Agar skema itu dapat berjalan sesuai rencana, ia berharap penanganan COVID-19 dapat dikelola dengan baik.awp/utm


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER