Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Sekda Bali Bahas Penertiban Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

  • 01 Juli 2020
  • 11:05 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1270 Pengunjung
suaradewata

Denpasar, suaradewata.com - Mencermati trend perkembangan kasus COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir, membuat Sekda Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menggelar rapat koordinasi dengan pengelola pasar rakyat/tradisional guna membahas penertiban pelaksanaan protokol kesehatan di pasar tradisional, Selasa (30/6).

Rakor yang dilaksanakan secara daring itu juga melibatkan unsur TNI/POLRI dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Dalam kesempatan itu, Sekda Dewa Indra menginstruksikan pembentukan satuan tugas (satgas) atau posko pengawasan dan penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan di seluruh pasar tradisional. Keberadaan satgas/posko ini diharapkan bisa melakukan pengawasan day to day untuk mencegah munculnya klaster baru di pasar tradisional.

Lebih lanjut Dewa Indra menyebut, upaya pengendalian penyebaran COVID-19 di pasar tradisional menjadi fokus dan perhatian gugus tugas baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Hal ini mengingat, penambahan kasus positif COVID-19 belakangan ini didominasi oleh klaster pasar. Ia lantas merinci sejumlah pasar yang menjadi klaster penyebaran COVID-19 yaitu Pasar Kidul Bangli, Pasar Bon Dalem Buleleng, Pasar Kumbasari Denpasar dan Pasar Galiran Klungkung.

“Di Pasar Kidul, kasus positif COVID-19 pertama kali ditemukan pada seorang tukang suwun yang kemudian menular pada sejumlah pedagang dan keluarganya. Berikutnya ada Pasar Bon Dalem, bahkan Pemkab Buleleng sempat melakukan karantina wilayah untuk mengunci penyebaran COVID-19,” urainya seraya menceritakan belakangan ini telah muncul klaster penyebaran baru di dua pasar besar yaitu Pasar Kumbasari Denpasar dan Pasar Galiran Kabupaten Klungkung. Bahkan, klaster Pasar Kumbasari menjadi penyumbang terbesar penambahan angka positif COVID-19 di Kota Denpasar.awp/utm


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER