Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Hadapi New Normal, Buleleng Siapkan Draft Rancangan Protokol Kesehatan Semua Sektor

  • 30 Juni 2020
  • 20:05 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1199 Pengunjung
istimewa

Buleleng, suaradewata.com - Jelang diberlakukannya tatanan New Normal di Bali pada 9 Juli 2020 nanti. Pemkab Buleleng mulai mempersiapkan draft rancangan protokol kesehatan untuk 13 sektor termasuk sektor parwisata hingga Pelayanan dan Pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, pada Selasa (30/6/2020) siang.

Saat ini, Buleleng harus benar-benar mempersiapkan protokol kesehatan untuk semua sektor, tak hanya berfokus pada bidang pariwisata. Sehingga, ketika Gubernur Bali membuka Pariwisata di Bali khusus untuk masyarakat lokal, maka Pemkab Buleleng telah siap dengan protokol kesehatan.

Suyasa yang juga Sekda Buleleng ini mengatakan, pihaknya bersama seluruh pimpinan SKPD telah selesai menyusun draft protokol kesehatan. "Setiap hari ada paparan dari masing-masing SKPD melalui vicon terkait rancangan protokol kesehatan dan finalisasi draft tersebut," ujar Suyasa.

Adapun hal-hal yang khusus ke sektor pariwisata, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali. Ini terkait pihak mana yang bertanggung jawab menjalankan verifikasi dalam penerbitan sertifikat usaha untuk di bidang pariwisata. "Sertifikat ini sebagai tambahan para pengusaha pariwisata untuk membuka usahanya kembali," jelas Suyasa. 

Khusus untuk hotel dengan pelayanan bintang tiga, empat dan lima, penerbitan sertifikat tersebut akan dikeluarkan oleh Dispar Provinsi Bali. Untuk hotel dengan pelayanan bintang satu, dua dan non  bintang dikeluarkan kabupaten. Nantinya juga akan ada Training Of Trainer (TOT) agar asesor bisa memberikan penilaian.

"Nanti akan ada penilaian dari asesor, apakah usaha wisata itu sudah aman menjalankan usahanya dari Covid-19 atau tidak. Jika nanti tidak mengantongi sertifikat itu, maka tidak akan diberikan izin untuk bisa membuka kembali usaha pariwisata," tandas Suyasa. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER