Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

DPC PDI Perjuangan Gianyar Dukung Kepolisian Usut Tuntas Pembakaran Bendera Partai

  • 29 Juni 2020
  • 16:50 WITA
  • Gianyar
  • Dibaca: 1367 Pengunjung
suaradewata

Gianyar, suaradewata.com - Pengurus dan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Gianyar mendatangi Mapolres Gianyar, Senin (29/6/2020). Kedatangan mereka untuk mengadukan dan mendukung aparat penegak hukum mengusut tuntas terkait pembakaran bendera PDIP di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Saat kedatangan puluhan kader dan pengurus partai moncong putih ini ke Mapolres Gianyar, sempat terjadi adu argumen di lobby Mapolres Gianyar. Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol I Wayan Latra, sempat mengimbau untuk tidak membawa atribut bendera partai ke halaman Mapolres Gianyar. Sehingga pengurus yang sudah berbaris di lapangan Mapolres terpaksa dibubarkan. Sedangkan versi partai, gerakan serentak ini berlaku berbeda di Polres lain. Bahwasanya di Polres lain, atribut partai bisa masuk tanpa dihalangi. Sehingga terjadi saling adu pendapat selama beberapa menit. Setelah negosiasi alot, akhirnya Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana turun menerima hanya perwakilan pengurus partai dan menerima pengaduan dari partai besutan Megawati ini.

Setelahnya, Kapolres Gianyar beserta jajaran lalu berdiri tegak di lobby untuk mendengarkan orasi yang dibacakan oleh Ketut Sudarsana yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Gianyar itu. Di belakang Sudarsana, formasi yang sempat dibubarkan kembali merapat. Dengan barisan bendera merah putih di sisi barat, tengah lambang negara Pancasila, sisi timur dikibarkan sebanyak 7 bendera partai.

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Gianyar, I Ketut Sudarsana menjelaskan dalam kegiatan itu tetap menjalani protokol kesehatan di tengah Covid-19. "Hari ini kami mengantarkan surat pengaduan masyarakat dari DPC ke Kapolres untuk ditindaklanjuti ke jajaran lebih tinggi. Tujuannya mendukung penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera PDIP di Jakarta tanggal 24 Juni lalu," terangnya.

Sudarsana menyampaikan, partainya merasa terusik dituding sebagai PKI, padahal sesungguhnya PDI Perjuangan merupakan jelmaan dari PNI. "Rakyat tahu PNI didirikan oleh Bung Karno, PNI sangat bertentangan dengan komunis dan tidak cocok dengan alam, peradaban dan budaya yang ada di Indonesia," katanya.

Politisi asal Singapadu, Sukawati ini menegaskan PDI Perjuangan konsisten jika bicara tentang Pancasila, karena Pancasila merupakan falsafah dan ideologi bangsa. "DPC di bawah payung PDIP yang hormat kepada pimpinan, kami tetap tenang dan menempuh jalur hukum yang ada. Dan PDIP berada di garis terdepan jika ada yang merubah Pancasila dari bumi Indonesia ini," tegasnya.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar, Made Mahayastra sangat menyayangkan oknum pembakar bendera PDI Perjuangan di Jakarta. “Dimana sekarang ini sedang menangani virus Covid-19, sementara dia sebagai pemicu membuat kekisruhan dengan membakar bendera PDI Perjuangan,” ujarnya. Kata Mahayastra, kalau ingin menyampaikan sesuatu sudah disediakan tempat, lembaga-lembaga yang bisa disampaikan dan waktu. “Mengapa membakar bendera di jalanan. Jelas hal ini membuat ketersinggungan,” papar Mahayastra yang juga Bupati Gianyar ini.

Dikatakan, PDI Perjuangan merupakan partai yang besar dan partai yang berproses. Bahkan partai dulu melawan kekuasaan. “Dengan kasus pembakaran, sebagai kader partai wajar tidak terima dan marah diseluruh Indonesia. Kami menuntut pelaku diproses secara hukum,” tuntutnya.gus/utm


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER