Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

3 Anggota Dewan dan 19 Staf DPRD Buleleng Dirapid Test, Hasilnya Semua Non Reaktif

  • 16 Juni 2020
  • 19:35 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1180 Pengunjung
suaradewata

Buleleng, suaradewata.com - Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 3 anggota DPRD Buleleng dan 19 orang staf menjalani rapid tes antigen, pada Selasa (16/6/2020) di ruang rapat gabungan komisi DPRD Buleleng. Test rapid ini dilakukan, setelah diketahui salah satu kelompok ahli Gubernur yang juga salah satu tim ahli DPRD Buleleng dinyatakan terpapar vositif Covid-19 dan dirawat di Denpasar.

Rapid test antigen terhadap total 22 orang di lingkup DPRD Buleleng ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam lamanya. Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, Gusti Mahapramana. Hasilnya, 22 orang itu terdiri dari 3 anggota dewan dan 19 orang staf di DPRD Buleleng dinyatakan non reaktif.

Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, rapid test ini dilakukan atas inisiatif lembaga dewan Buleleng. Sebelumnya Ketua DPRD Buleleng ini juga sudah menjalani swab test di RS Pratama Giri Emas. "Rapid test ini kami lakukan atas inisiatif sendiri. Kemarin 10 orang anggota, staf dan termasuk saya menjalani test swab karena sempat melakukan kontak dengan pasien itu," kata Supriatna.

Menurut Supriatna, pihaknya sempat melakukan kontak dengan salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid beberapa waktu lalu. Rapid test ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona di lingkup DPRD Buleleng. "Sekarang ada beberapa staf dan anggota dirapid. Mereka tidak kontak langsung dengan pasien, tapi ini sebagai antisipasi saja," jelas Supriatna.

Supriatna tidak menampik, jika sebelum diketahui terpapar virus Corona, pasien tersebut sempat berkunjung ke kantor DPRD Buleleng, karena pasien itu adalah Tim Ahli DPRD Buleleng. Bahkan pasien tersebut juga berbincang-bincang di ruang Ketua DPRD Buleleng.

"Setelah dilakukan tracing terhadap keluarganya, dan juga rekan kerjanya, semua hasilnya negatif. Tapi rapid test ini tetap kami lakukan sebagai upaya antisipasi agar kondisi di lingkup DPRD Buleleng benar-benar terbebas," tandas Supriatna. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER