Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Parah, Oknum Travel Meminta 450 Ribu Bisa Lolos Tanpa Rapid Test

  • 01 Juni 2020
  • 15:50 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 1672 Pengunjung
suaradewata

Badung, suaradewata.com - Beberapa oknum travel yang masih beroperasi di Terminal Mengwi Kecamatan Mengwi Badung mengaku bisa sembrangkan penumpang dari pelabuhan Gilimanuk ke pelabuhan Ketapang tanpa surat keterangan Rapid tes Covid-19. Parahnya lagi, oknum itu meminta biaya jasa tiket penyebrangan sebesar Rp 450.000 dengan tujuan Jember.

Dalam pemantauan media suaradewata.com,  yang melakukan penyamaran sebagai penumpang di Terminal Mengwi Senin, (01/06/2020), pukul 12.30 wita, melihat satu penumpang mengaku ingin berangkat ke Jember Jawa Timur. Selanjutnya media suaradewata.com mengikuti penumpang tersebut. Beberapa menit kemudian, salah satu oknum travel menghampiri penumpang tersebut dan mengatakan bila tanpa Rapid test bayar Rp 450.000 dijamin bisa lolos. 

"Orangnya minta 450 ribu, dia yang ngomong dia yang ngatur, dia yang ngatur kalau sampean kesana, tapi kata dia sih dijamin, kalau sampean mau langsung kesana aja didepan sana (depan terminal), artinya kalau dia berani bawa berarti dia punya channel mas," ucap oknum travel kepada penumpang tersebut, Senin, (01/06/2020).

Melihat penumpang tersebut menunju ke depan Terminal Mengwi, media suaradewata.com pun mengikuti dengan menyamar sebagai penumpang. Setibanya di depan Terminal Mengwi tepatnya di salah satu warung, tampak beberapa orang bersama oknum travel tersebut. Selanjutnya oknum travel yang lainnya mengatakan ke penumpang tersebut, bahwa keberangkatan tanpa surat keterangan kesehatan rapit test Covid-19 berangkat sekitar pukul 20.00 wita / 21.00 wita. Kata oknum travel itu, apabila berangkat siang atau sore hari pasti akan balik lagi karena banyak petugas yang jaga.

"Malam tapi kalau tidak pakai Rapid test, jam 8 jam 9 lah, kalau sekarang bapaknya maaf penumpang saya sore kemarin balik, dari pada balik, jam 8 jam 9 kalau mau, bayarnya 450 ribu," kata oknum travel lainnya.

Bahkan, pengakuan dari oknum travel tersebut mengaku sebelumnya sempat ada ayahnya mengantar penumpang dan tidak ada pemeriksaan. "Kita tidak pakai rapit test kita lolos lolosan, kalau tanpa rapit test tak anter 450 bayarnya," akuinya.

"Makanya kalau siang dan sore berangkat banyak ada petugas, saya jamin 100 persen balik kesini," imbuhnya.

Selanjutnya, penumpang tersebut meninggalkan warung di depan Terminal Mengwi dan kembali ke tempat parkir untuk mengambil kendaraannya. Setelah ditanya, penumpang tersebut mengaku dimintai uang Rp 450.000 bisa lolos nyebrang dari Gilimanuk ke Ketapang tanpa surat keterangan kesehatan Rapid tes Covid-19. Bahkan penumpang tersebut sempat mencurigai penyebarangan lewat pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang ada koordinasi antara oknum travel dengan aparat.

"Dia yang ngatur dan menjamin bisa lolos, katanya nyebrangnya dini hari, saya sempat curiga itu, kayaknya ada koordinasi dengan aparat, masak bisa lolos tanpa menggunakan surat keterangan kesehatan Rapid tes Covid-19," sebut penumpang tersebut yang enggan dimediakan.

Kepala Terminal Mengwi yang baru, I Putu Bagus Mudita saat dikonfirmasi mengatakan bahwa sampai saat ini Terminal Mengwi belum ada yang beroperasi, karena belum ada perintah untuk di buka dari Pusat. Kata ia, berangkat, datang dan pergi nihil laporannya. 

"Untuk di terminal Mengwi belum beroperasi belum ada perintah untuk dibuka, nanti kalau sudah bergerak akan saya info," kata Bagus Mudita.

Ditanya, apakah benar ada travel yang memberangkatkan penumpang tanpa surat keterangan kesehatan Rapid test Covid-19? Ia menjawab tidak ada informasi seperti itu, karena tidak ada laporan anggota di lapangan.

"Yang bilang siapa pak, tidak ada keberangkatan termasuk travel itu, sementara saya tiga hari disini tidak ada pak," jawabnya dengan tegas.ang/utm


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER