Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Wayan Koster : Tidak Boleh Ada Hotel Menutup Jalur Melasti dan Menguasai Pantai

  • 31 Mei 2020
  • 13:45 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 2714 Pengunjung
suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - Gubernur Bali, Wayan Koster nampaknya telah dibuat jengkel dengan adanya hotel yang menguasai kawasan pesisir pantai hingga menimbulkan kerugian terhadap aktivitas masyarakat Bali. Hal itu menjadi catatan Suaradewata.com, saat orang nomor satu di Pemprov Bali ini memberikan keterangan pers atas diberlakukannya Perda No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali Tahun 2009-2029 di Gedung Gajah, Rumah Jabatan Jaya Sabha Denpasar, Jumat (29/5) siang.

"Ke depan, tidak boleh ada pembangunan hotel di kawasan pesisir pantai, yang izinnya hanya untuk membangun hotel tapi prakteknya seakan-akan menguasai pantai yang ada di depannya, bahkan hingga menutup jalur melasti yang digunakan masyarakat. Kedepan hal ini tidak boleh terjadi lagi. Tidak boleh meminggirkan bahkan mematikan jalannya hal-hal yang merupakan kearifan lokal di Bali," tegas Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini seraya menambahkan jadi (pembangunan, red) harus betul-betul dikendalikan agar tidak melanggar atau ‘mematikan’ kearifan lokal masyarakat Bali.

Wayan Koster memberikan contoh di dalam pembangunan fasilitas pariwisata harus betul-betul terkendali, yang mana harus sesuai dengan tata ruang. "Regulasi ini hadir untuk menegaskan dimana yang diperbolehkan, dimana yang tidak diperbolehkan untuk membangun fasilitas pariwisata," ucapnya seraya mengatakan kalau diperbolehkan, apa saja yang jadi perhatian di wilayah tersebut dan ini harus betul-betul jadi komitmen bersama dari semua pihak.

Sehingga sekali lagi, Perda ini mendukung pelaksanaan visi Nangun Sat kerthi loka Bali. Dasarnya adalah Sad Kertih, jadi seluruh pembangunan di wilayah Bali terutama di darat, laut, danau, sungai dan sumber air lainnya harus betul-betul menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan di Bali.

Dengan resminya regulasi ini, maka kita semua harus melaksanakannya dengan tegas dan disiplin. "Saya akan mengawasi langsung dengan menggunakan aparat yang ada. Tidak akan ada toleransi pada pelanggaran-pelanggaran aturan yang telah kita keluarkan ini. Agar jangan sampai Bali ini makin rusak ke depannya. Saya sangat komit untuk itu," pungkas suami dari Ny Putri Suastini Koster ini.awp/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER