Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

3 Orang Warga Ayunan Dijemput Ambulan Berpakian Lengkap APD

  • 29 Mei 2020
  • 20:20 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 8338 Pengunjung
istimewa

Badung, suaradewata.com - Sebanyak 3 orang warga Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal dijemput ambulance sekitar pukul 22.00 wita, Kami, (28/05/2020). Ketiga warga tersebut dijemput oleh petugas kesehatan dengan pakian lengkap Alat Pelindung Diri (APD). 

Informasi di lapangan, dari 28 orang yang diisolasi sebelumnya, 3 orang diantaranya dijemput oleh petugas ambulance dengan petugas berpakian lengkap APD. Bahkan 3 orang yang dijemput tersebut, merupakan keluarga dari perempuan yang masih di RS Sanglah yang sebelumnya masih reaktif. 

"Tadi malam ada 3 orang dijemput ambulan, petugasnya pakai APD lengkap, infonya yang dijempit suami yang reaktif kemarin bersama 2 orang anaknya," ucap sumber.

Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Ayunan I Made Tama saat dikonfirmasi mengaku untuk hasil dari perempuan inisial WSY (33) yang sebelumnya reaktif sampai saat ini belum ada hasil dan membenarkan adanya penjemputan warganya di Desa Ayunan oleh petugas kesehatan menggunakan ambulans. Namun, dirinya tidak mengetahui apa alasannya dijemput oleh petugas kesehatan tersebut.

"Saya kurang tahu hasilnya hanya tahu penjemputan saja, karena hasilnya belum ada, dan saya tidak tahu kenapa dijemput, karena belum ada informasi yang resmi terkai hasil dari ibu yang di Sanglah termasuk hasil penjemputan tadi malam," ucap Made Tama, Jumat, (29/05/2020). 

Untuk saat ini, situasi di Desa Ayunan masih aman. Sedangkan kepada Kepala Keluarga (KK) yang masih diisolasi sebelumnya, masih menunggu hasil swab dan perintah dari kabupaten, karena kemarin tanggal 27 Mei 2020 belum keluar.

"Kalau itu saya tidak bisa memberikan penjelasan, memang tadi pagi saya di telepon sama keluarganya, cuma dia menjelaskan tadi malam keluarga saya ada dijemput gimana saya ini, saya berikan penjelasan menunggu hasil resmi swab," ungkapnya. 

Terkait 8 KK yang masih diisolasi tersebut, sampai saat ini masih diberikan sembako kepada 25 orang dan tidak termasuk 3 orang yang dijemput kemarin malam. Seandainya ada yang dijemput kembali, kata ia, kita ikuti saja prosedur protokol Covid-19 dari pemerintah atau gugus Kabupaten.

"Jangan resah jangan panik, kita ikuti saja protokol kesehatan karena banyak yang sembuh, artinya diberikan perawatan untuk yang lebih baik," pesannya.

Pj Perbekel Desa Ayunan Kecamatan Abiansemal Ida Bagus Alit Surya Putra saat ditemui di Kantor Desa Ayunan juga kompak mengaku belum mengetahui hasil dari warga desa ayunan yang sebelumnya masih reaktif. Dan mengatakan hal yang sama bahwa pada Kamis malam, (28/05/2020), memang benar ada warga Desa Ayunan dijemput oleh ambulan. Warga yang dijemput tersebut yakni berinisial KSJ (48), PBT (11) dan SS (9). 

"Hasilnya belum ada keluar, betul dijemput 3 orang itu kemarin malam sekitar kurang lebih jam 10 malam, yang dijemput itu suaminya dan juga 2 anaknya," ungkap Ida Bagus Surya Putra.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa untuk hasil warga Desa Ayunan yakni WSY (33) yang sebelumnya reaktif dan termasuk 8 KK yang diisolasi sebelumnya sampai saat ini belum ada hasil yang resmi diterimanya. 

"Hasilnya kami belum tahu, belum bisa bilang itu positif atau negatif," pungkasnya.

Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa saat dikonfirmasi terkait adanya warga Desa Ayunan yang dijemput itu, mengatakan bahwa pihaknya sudah turun melakukan rapat koordinasi mendadak untuk 

menyamakan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah desa ayunan dan satgas Gotong Royong terhadap kejadian yang terjadi. Sekiranya ada langkah-langkah teknis yang harus diambil yang merupakan peninjauan langkah-langkah yang dirumuskan sebelumnya seperti metode isolasi keluarga, menjaga stabilitas masyarakat serta memadukan komponen Pemerintah desa dengan satgas Covid-19 di tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten.

"Sekiranya perlu dilakukan komunikasi koordinasi dan komunikasi dengan dinas kesehatan kabupaten Badung agar didapat kesamaan langkah dan persepsi terhadap penanganan kejadian yang ada," ujar Ida Bagus Mas Arimbawa. 

Terkait hal itu, ia pun menyarankan kepada masyarakat agar tidak panik dan juga menyarankan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan juga berusaha mencari informasi terkait kejadian ini kepada sumber yang memiliki kapasitas yang tepat seperti satgas gotong royong dan bidan desa, agar tidak terjadi kerancuan informasi.

"Intinya masyarakat jangan panik tapi tetap waspada dan meningkatkan pola hidup yang sehat," pesannya.ang/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER