Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Masyarakat Harus Disiplin Protokol Kesehatan Untuk Masuki New Normal

  • 29 Mei 2020
  • 18:05 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1232 Pengunjung
google

Opini,suaradewata.com - Saat ini istilah the new normal sedang dibicarakan oleh banyak sekali orang. Keadaan ini muncul karena pandemi Covid-19 belum berakhir dan vaksinnya belum ditemukan, tapi tempat umum seperti pasar akan dibuka lagi, karena bagaimanapun roda perekonomian harus dijalankan. Namun perlu diingat pembukaan ini harus dengan persyaratan yang ketat dan masyarakat harus disiplin agar tidak tertular Corona.

Masyarakat sedang gonjang-ganjing dengan istilah new normal dan sepertinya tidak rela jika kembali beraktivitas kembali di luar rumah. Apalagi jika punya anak kecil yang harus masuk sekolah lagi, kekhawatiran itu makin menjadi. Namun ternyata masih banyak yang salah paham dengan istilh new normal, karena bukan berarti keadaan kembali seperti biasa.

The new normal berarti masyarakat diperbolehkan untuk beraktivitas lagi dan bisa bekerja seperti biasanya, namun dengan banyak persyaratan. Misalnya boleh bepergian tapi harus pakai masker. Pusat perbelanjaan kembali dibuka tapi pengunjungnya dibatasi dan tetap menjaga jarak antar orang. Sebelum masuk ke tempat umum harus cuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Setiap 4 jam sekali juga ada pembersihan di sana, terutama di pegangan pintu dan tombol lift yang sering dipegang oleh banyak orang.

Jadi masyarakat tidak perlu takut akan tertular penyakit Corona ketika sudah memasuki era the new normal, karena sudah dirancang untuk dijalankan dengan baik. Di sisi lain, kita juga harus disiplin ketika sudah diperbolehkan keluar dan tak lagi membeku kebosanan saat stay at home. Ketika keluar rumah, maka tidak boleh alpa dalam memakai masker dan selalu membawa hand sanitizer. Saat masuk rumah, maka langsung mandi keramas dan berganti baju agar tetap higienis.

Kedisiplinan adalah kunci dari keberhasilan new normal . Selain menjaga kesehatan dan higienitas, maka kita juga masih tetap wajib menjaga jarak dan tidak usah pergi ke luar kota jika tidak ada keperluan mendesak. Bahkan presiden Joko Widodo menginstruksikan para petugas dari TNI dan polri untuk turut mensukseskan program ini, dimulai dari akhir mei 2020. Mereka akan menjaga tempat umum untuk memastikan bahwa tetap ada jarak antar pengunjung dan langsung menertibkan jika tiba-tiba ada keramaian.

Para petugas ini juga berjaga di perbatasan kota dan menghalau para pemudik maupun orang yang melakukan arus balik dari kampungnya. Karena di kota grafik pasien Corona masih tinggi. Jangan sampai jumlah orang yang kena virus Covid-19 makin banyak. Jadi diharap kehadiran petugas ini tidak dibenci oleh masyarakat, tapi harus dipahami bahwa mereka ada untuk menertibkan dan mendisiplinkan kita semua.

Masyarakat juga diharap tertib dan menaati peraturan yang ada saat era new normal. Jangan karena sudah boleh keluar rumah, maka langsung merencanakan liburan ke kota lain, mumpung belum masuk sekolah. Era new normal bukan seperti itu. Boleh-boleh saja keluar rumah asal ada tujuan yang penting, misalnya untuk berangkat kerja atau belanja bahan pokok.

Kita tidak bisa menunggu berakhirnya pandemi yang diprediksi akan berjalan selama 2 tahun, dengan hanya berdiam diri di rumah. Bagaimanapun, perekonomian harus bergulir lagi dan pasar serta kantor dibuka agar pelan-pelan semua beraktivitas dengan normal. Walau harus melindungi diri sendiri dan hidup dengan disiplin, agar tidak tertular Corona.

Era new normal bukan berarti ada pelonggaran PSBB karena masih tetap harus menjaga jarak. Masyarakat boleh keluar rumah lagi, tapi harus disiplin memakai masker dan menjaga higienitas tubuh dengan rajin cuci tangan dan mandi keramas. Penertiban di era new normal yang dilakukan oleh petugas wajib ditaati, karena ini semua demi keselamatan bersama.

Raavi Ramadhan, Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER