Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Berkas Tahap I Tri Nugraha Diterima Tim Peneliti Kejati Bali

  • 27 Mei 2020
  • 10:20 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1351 Pengunjung
suaradewata

Denpasar, suaradewata.com  - Mantan Kepala Badan Petanahan Nasional (BPN) Denpasar Tri Nugraha yang terjerat dugaan melakukan gratifikasi tidak lama lagi bakal masuk ke meja persidangan. 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali Idianto, Selasa (26/5) kepada wartawan membenarkan bisa berkas perkara tahap I untuk tersangka Tri Nugaraha sudah diserahkan tim penyidik ke Jaksa peneliti. "Berkas tahap I sudah diserahkan tim penyidik ke jaksa peneliti," katanya singkat. 

Namun dikatakan, saat ini pihaknya belum bisa meneruskan untuk memanggil saksi lain yang berada di luar Bali karena adanya pandemi Covid 19 ini. 

Ditempat terpisah, Kesipenkum Kejati Bali A. Luga Herlianto menambah, informasi dari tim penyidik bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan kembali pemanggilan terhadap Tri Nugraha. 

"Tapi kapan pemanggilannya penyidik tidak mengatakan secara pasti, hanya yang jelas dalam waktu dekat," pungkas pejabat asal Medan ini. 

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Bali menetapkan mantan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Denpasar, Tri Nugraha sebagai tersangka atas kasus dugaan gratifikasi.

“Penetapan TN (Tri Nugraha) sebagai tersangka dilakukan pada tanggal 13 November 2019,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Idianto, SH., saat ditemui usai kegiatan pelaksanaan hari anti korupsi di Kantor Kejati Bali, Senin (9/12/2019) lalu. 

Kajati menerangkan, gratifikasi yang diterima oleh Tri Nugraha berkaitan dengan kepengurusan surat-surat penerbitan sertifikat tanah. Ini dilakukan sejak ia menjabat sebagai Kepala BPN Kota Denpasar dari tahun 2007 hingga 2011.

“Gratifikasi diterima saat TN menjabat sebagai kepala kantor, semua diterima dalam bentuk uang, bukan barang, untuk berapa uang yang diterima mohon maaf belum bisa kami ungkap,” jelas Kajati Bali.

Dikatakan, Tri Nugraha sendiri telah diperiksa sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Selain Tri Nugraha, dalam kasus ini pihaknya juga telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi terdiri dari oknum pegawai BPN Kota Denpasar serta orang yang memberikan gratifikasi.

“Kendala kami yaitu beberapa saksi tinggal di luar Bali, sehingga pemeriksaan dilakukan di wilayah tempat tinggal saksi. Untuk TN belum kami periksa sejak ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya menyudahi.mot/utm


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER