Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Masyarakat Tetap Produktif  dan Aman Hidup Berdampingan dengan Covid-19

  • 24 Mei 2020
  • 19:35 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1197 Pengunjung
google

Opini,suaradewata.com - Pandemi covid-19 belum berakhir. Kita masih harus bersabar dan beraktivitas di rumah saja. Namun bukan berarti harus bermalas-malasan. Kita masih bisa terus produktif walau di rumah saja dan memanfaatkan teknologi untuk belajar hal baru.

Berdamai dengan corona. Istilah ini makin akrab di telinga masyarakat dan banyak orang jadi heran, mengapa malah berdamai dengan penyakit mematikan? Begini maksudnya, jangan bingung dulu. Istilah berdamai bukan berarti kita jadi pasrah ketika terkena virus covid-19. Namun kita harus menyesuaikan diri untuk menghadapi keadaan baru alias the new normal.

The new normal adalah keadaan di mana kita sudah bisa mulai menerima bahwa memang ada virus covid-19 dan belum ditemukan vaksinnya. Jadi, mau tak mau kita harus berdampingan dengannya dan melakukan segala cara agar tidak tertular. Di antaranya, wajib pakai masker ketika berada di luar rumah, menjaga jarak alias physical distancing, rajin cuci tangan atau memakai hand sanitizer, dan menjaga higienitas diri dan rumah. Di dalam dan luar hunian juga sebaiknya disemprot disinfektan agar tidak ada virus covid-19 di sana.

Hidup berdampingan dengan corona juga berarti menjaga kesehatan diri dan menaikkan imunitas agar tidak tertular olehnya. Kita bisa melakukan olahraga rutin,  setidaknya 2 kali seminggu. Kemudian masyarakat juga diminta untuk mengkonsumsi makanan bergizi dengan makan sayur, buah, dan minum madu serta jamu-jamuan. Tujuannya agar tubuh makin kuat dan bebas dari serangan virus covid-19. Karena penyakit ini menyerang ke orang yang imunitasnya rendah.

Saat berada di rumah saja karena menaati aturan physical distancing serta pembatasan sosial berskala besar, maka masih banyak  hal yang bisa dilakukan. Ketika stay at home bukan berarti otomatis jadi kaum rebahan dan hanya main HP untuk membunuh waktu. Upayakan untuk tetap produktif walau hanya tinggal di dalam rumah.

Ketika Anda sudah selesai melakukan pekerjaan dan mengirimkannya lewat email, maka bisa melakukan banyak hal lain untuk merintang waktu. Di antaranya, manfaatkan kuota untuk belajar hal-hal baru. Dengan cara membaca artikel di internet atau menonton tutorialnya di Youtube. Ada banyak sekali tutorial, mulai dari memasak, otomotif, sampai berkebun. Dengan menambah pengetahuan dan juga menambah skill, maka bisa bermanfaat untuk masa depan, karena bisa dijadikan modal usaha.

Upaya untuk tetap produktif juga bisa digunakan untuk menyelamatkan isi kantong Anda. Jika memang sudah berstatus sebagai pengangguran dan jadi korban efek corona, maka manfaatkan internet untuk mencari uang. Anda bisa mendaftar ke beberapa situs freelancer dan mendapatkan pekerjaan di sana. Keunggulannya, bisa dikerjakan di rumah saja karena bisa dikirim via email dan bahkan dapat bayaran dalam mata uang dollar.

Anda juga bisa untuk mencoba berjualan online dan peluangnya sangat besar, karena pasarnya sangat luas. Tidak hanya di kota sendiri tapi juga bisa dikirim ke luar kota. Anda bisa jualan baju atau makanan, sesuai dengan passion.

Produktivitas ini yang membuat Anda tidak lagi lesu dan merasa galau karena hanya di rumah saja. Manfaatkan waktu untuk bekerja dan belajar, agar menjadi orang yang lebih pintar dan juga memiliki ketahanan finansial. Serangan corona bukan berarti Anda menjadi patah hati karena penghasilan berkurang, bahkan kehilangan pekerjaan. Namun bisa jadi turning point agar Anda bisa produktif sekaligus menghasilkan uang lewat cara baru.

Berdamai dengan corona berarti kita wajib menjaga kesehatan agar tidak tertular oleh virus covid-19. Masa pandemi bisa berlangsung selama 2 tahun, maka sambil menunggu vaksinnya jadi, kita bisa menjaga diri agar tetap bugar. Saat berada di rumah saja, usahakan untuk berolahraga dan tetap produktif. Misalnya dengan belajar melalui tutorial atau berjualan online.

Raavi Ramadhan, Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER