Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Mewaspadai Penyebaran Covid-19 Pada Momentum Idhul Fitri

  • 21 Mei 2020
  • 14:25 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1275 Pengunjung
google

Oleh :Raavi Ramadhan

Opini, suaradewata.com - Ramadhan kali ini terasa berbeda dengan lebaran tahun lalu, dimana pada saat ini Masjid tampak sepi karena tidak diperbolehkannya melangsungkan shalat di Masjid secara berjamaah. Masyarakat pun perlu proaktif mencegah penyebaran Covid-19 dengan tidak melakukan sholat Idul Fitri secara langsung dan melakukan silaturahmi secara virtual.

            Sepinya Masjid tentu saja disebabkan oleh himbauan Pemerintah agar masyarakat tetap beribadah dirumah selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

            Di Arab Saudi, pemerintah melalui kementerian urusan Islam, dakrah dan bimbingan Arab Saudi mengumumkan bahwa shalat tarawih selama bulan Ramadhan hanya akan dilakukan di rumah. Hal tersebut dilakukan mengingat penangguhan shalat di masjid tidak akan dicabut hingga pandemi virus Corona berakhir.

            Sementara itu, Grand Mufti Arab Saudi Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad al-sheikh, otoritas keagamaan tertinggi di Arab Saudi, juga mengatakan, warga Arab Saudi diminta melaksanakan shalat tarawih dan shalat idul fitri di rumah untuk mencegah penyebara virus Corona.

            Sheikh Abdul Aziz juga menjelaskan soal hukum melaksanakan shalat id di rumah apabila pandemi Covid-19 masih tetap berlanjut.

            Menurutnya, shalat id dapat dilakukan di rumah tanpa khotbah setelahnya, hal ini telah sesuai dengan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Komite Fatwa Arab Saudi.

            Beberapa waktu lalu, Pemerintah Saudi juga telah memberikan peringatan tentang adanya lonjakan hingga 200.000 kasus dalam beberapa pekan ke depan. Sejauh ini yang bisa dilakukan pemerintah Arab Saudi adalah dengan menangguhkan penerbangan internasional, menangguhkan umroh dan menutup tempat umum.

            Di Indonesia, Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengambil kebijakan untuk memperpanjang masa darurat bencana wabah virus Corona (Covid-19) hingga 29 Mei 2020. Itu artinya kondisi darurat ini berlangsung hingga 5 hari setelah hari Raya Idul Fitri.

            Sehingga tidak ada sholat ied pada hari Lebaran baik yang diselenggarakan di lapangan atau di Masjid.

            Pihak Masjid Istiqlal menyampaikan bahwa pelaksanaan takbir bersama dan shalat pada hari raya Idul Fitri tidak akan dilaksanakan apabila penyebaran Covid-19 masih tetap berlangsung.

            Penetapan masa darurat ini tentu saja dengan pertimbangan dan perhitungan matang. Terlepas dari hal tersebut, kita semua harus tetap mendisiplinkan diri untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

            Dalam suasana Lebaran, silaturahmi ke tempat saudara atau tetangga tentu hal yang lumrah karena sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Namun dalam situasi seperti ini, tentu saja silaturahmi terutama kepada yang lebih tua sudah sepatutnya berganti format.

            Apabila dulu silaturahmi dengan sungkeman secara langsung, untuk saat ini silaturahmi secara online tentu tidak ada salahnya untuk dilakukan. Kita juga bisa berkomunikasi melalui video call dari tempat tinggal masing-masing.

            Bagaimanapun juga silaturahmi memang menjadi sesuatu yang penting, namun sebelum status pandemi ini berakhir, tentu sudah sepatutnya masyarakat mengikuti segala upaya yang telah dihimbau oleh Pemerintah.

            Silaturahim antar komplek tentu saja bisa ditunda terlebih dahulu, jika bertemu hindari bersalaman secara fisik, gunakan salam tradisional untuk saling mengucapkan maaf lahir bathin.

            Sikap disiplin dan tetap stay dirumah serta menjaga jarak secara fisik, tentu hal tersebut dapat membantu menanggulangi penyebaran virus Covid-19.

            Tentu saja, seorang Muslim haruslah memiliki sikap yang proporsional dan adil, baik dalam aspek akidah, ibadah maupun mu’amalah.

            Meski Virus Corona tidak lebih berbahaya dari MERS, namun virus corona ini memiliki kecepatan penyebaran atau penularan yang tinggi. Parahnnya orang yang positif terpapar corona terkadang tidak ditemukan gejala dan berpotensi untuk menularkan ke orang yang kontak dengannya.

            Selain itu memaksakan diri untuk mudik tentu saja dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, termasuk keluarga. Kita juga tidak tahu apakah di tengah perjalanan menuju kampung halaman, tubuh kita menyenggol siapa saja tanpa kita sadari.

            Budi Setyadi selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan, kemenhub dengan kementerian terkait serta kepolisian akan menyampaikan imbauan secara luas kepada masyarakat agar tidak melakukan mudik pada tahun ini. Pemerintah juga menghimbau agar silaturahmi bisa dilakukan melalui media elektronik seperti video call.

            Kita semua tengah mendapatkan musibah, Covid-19 telah ditetapkan sebagai bencana non-alam yang dampaknya sangat terasa baik dari kesehatan, ekonomi dan sosial. Tetap berada dirumah adalah salah satu solusi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor           


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER