Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Belum Cair Sejak Januari, Bantuan untuk Lansia di Badung Direfocusing ke Penanganan Covid-19

  • 20 Mei 2020
  • 22:35 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 2107 Pengunjung
google

Badung,suaradewata.com - Program perlindungan dan rehabilitasi sosial Lanjut Usia (Lansia) yang memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp1.000.000 tiap bulan dikabarkan belum terbayarkan. Program lansia tersebut berdasarkan Peraturan Bupati (Perbub) Badung nomer 48 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia yang baru, ternyata sejak Januari 2020 hingga kini belum cair. Hal itu dikarenakan, anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung tersebut Direfocusing ke penanganan Covid-19. 

Program perlindungan dan rehabilitasi lansia Kabupaten Badung yang memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp1.000.000 kepada lansia di Badung, sejak Januari 2020 hingga kini belum ada yang cair. Karena itu, akhirnya membuat lansia yang ada di Kabupaten Badung menjadi galau. Bahkan saat ini kita sedang dalam pandemi Covid-19.

"Itu ada program lansia dari Januari belum cair, kasihan mereka, mereka sedang membutuhkan bantuan, apalagi katanya tidak boleh mendapatkan bantuan langsung tunai dana desa," ucap sumber. 

Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa saat dikonfirmasi mengatakan terkait hal itu memang ada refocusing anggaran berdasarkan aturan dari pusat. Dimana anggaran-anggaran yang tidak wajib bagi Daerah agar diprioritaskan difokuskan ke penanganan Covid-19.

"Bantuan bantuan sosial salah satunya itu dari segi regulasi kan bukan kegiatan wajib dan bukan dianggarkan wajib, sedangkan Covid-19 ini bukan wajib lagi adalah keharusan, jadi karena itulah intruksi dari aturan itu anggaran anggaran yang bisa ditunda, dibawa ke Covid-19," terang Suiasa, Rabu, (20/05/2020).

Saat ditanya, kapan diperkirakan akan cair? Suiasa menjawab setelah wabah Covid-19 ini selesai dan akan direposisikan kembali.

"Kita selesai Covid-19 ini kita sudah kembalikan reposisikan seperti apa adanya, nanti kita sesuaikan," jawabnya.

Sementara, Perbekel Desa Punggul, Kadek Sukarma saat dikonfirmasi mengatakan memang benar sejak Januari 2020 lansia di Desa Punggul belum mendapatkan bantuan dari program lansia tersebut. Dan jumlah lansia untuk di Desa Punggul sebanyak 177 lansia. Kata ia, sesuai penyampaian dari Wakil Bupati Badung, bahwa yang sifatnya tidak urgen dan sifatnya bukan program pokok sementara ditunda, salah satunya adalah terkait insentif tunjangan lansia, dalam hal ini konsentrasi Pemerintah pasti di penangan Covid-19.

"Mudah mudahan Covid-19 segera berlalu, kondisi dan situasi kembali normal, saat itu sesuai apa yang disampaikan pak Wakil Bupati akan tetap dibayarkan untuk selanjutnya," ungkap Kadek Sukarma.

Ia menerangkan, dari penjelasan Wakil  Bupati Badung saat dirinya berada di ruang Camat Abiansemal bersama Wakil Bupati Badung, Camat Abiansemal beserta 2 anggota DPRD Badung, Rabu, (20/05/2020), pasca melaksanakan acara sosialisasi penanganan Covid-19 di Kantor Camat Abiansemal. Bahwa, sesuai dengan koordinasi Wakil Bupati Badung, kemungkinan dengan pihak kejaksaan atau pihak terkait dalam hal ini, sementara belum diijinkan untuk memberikan bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa, bantuan dari Kemensos yang berkaitan dengan bantuan langsung tunai dan yang lainnya.

"Jadi Lansianya mohon bersabar dulu," terangnya.

Ia menambahkan, semasih Surat Keputusan (SK) Bupati Badung terkait lansia yang menerima bantuan tersebut masih berlaku, pemberlakuan secara hukum masih tetap berjalan. Bahkan saat ini lansia tidak bisa menerima bantuan lainnya, karena itu termasuk double bantuan.

"Kecuali SK itu sudah dicabut sudah tidak berlaku lagi ya mungkin bisa kita sasar seperti layaknya warga biasa, kemungkinan bisa mendapatkan BLT, bantuan yang lain dan seterusnya," imbuhnya.

Dalam Perbub 48 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia pada Pasal 3 untuk kriteria penerima perlindungan dan rehabilitasi sosial Lanjut Usia berbunyi :

(1) Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia dilaksanakan dalam bentuk pemberian bantuan berupa uang. 

(2) Bantuan Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia sebagaimana dimaksud pada ayat (l) diperuntukan bagi Lanjut Usia : 

a. tidak potensial paling rendah usia 75 (tujuh puluh lima) tahun; atau 

b. bedridden yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun keatas. 

(3) Bantuan berupa uang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan sebesar Rpl.000.000,00 (satu juta rupiah) setiap bulan sesuai dengan kemampuan keuangan Daerah.ang/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER