Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pukuli Kepala Ibu Teman Hingga Tewas, Sakim Dituntut 15 Tahun

  • 05 Mei 2020
  • 15:55 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1281 Pengunjung
suaradewata

Denpasar, suaradewata.com - Senawati Candra, wanita paruh baya tewas di dalam kamar setelah kepalanya dipukuli batu berkali kali oleh Sakim Fadillah (39). JPU Kejari Denpasar menuntutnya dengan hukuman pidana penjara selama 15 tahun.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai I Made Pasek,SH.MH pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Santiawan,SH menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 338 KUHP.

"Memohon kepada majelis hakim menghukum terdakwa Sakim Fadillah pidana penjara selama 15 tahun," tuntut Jaksa muda dari Kejari Denpasar yang dibacakan lewat online di PN Denpasar, Selasa (5/4).

Perbuatan terdakwa ini tergolong keji. Bagaimana tidak, ia tega menghabisi nyawa ibu dari kawannya sendiri lantaran kerap diomeli mengajak anak korban bernama saksi Andi Cahyadi main ayam. 

Dalam dakwaan  diterangkan, kasus yang sempat membuat heboh warga tersebut terjadi pada tanggal 5 Februari 2020 sekitar pukul 11.30 WITA di Jalan Ayani Utara,  Gang Merpati Nomor 1 Banjar Gita Bhuana Denpasar Utara. 

Berawal saat terdakwa berkunjung ke rumah korban menemui anak korban, Andi Cahyadi untuk bermain aduan ayam di jalan Salya, Denpasar. Usai bermain aduan ayam bangkok, terdakwa berkata kepada saksi Andi Cahyadi ingin pulang ke kos dengan maksud untuk sholat. 

Namun sebelum terdakwa pulang ke tempat kosnya di Jalan pulau Salawati, saksi Andi Cahyadi berkata mau membeli rokok terlebih dahulu. Pada saat saksi Andi Cahyadi dan anaknya pergi membeli rokok, terdakwa teringat dengan perkataan saksi korban yang pernah mencaci makinya. 

"Mengingat korban terdakwa pernah dicaci maki oleh korban, terdakwa lalu masuk ke dalam pekarangan rumah," sebut Jaksa dalam dakwaannya. 

Saat masuk ke dalam rumah,  terdakwa mengambil sebuah batu yang ada di samping pintu gerbang dan mendekati korban yang saat itu sedang duduk di teras rumah. 

Tanpa banyak bicara,  terdakwa langsung memukul kepala korban dengan batu yang dipegangnya sebanyak 1 kali hingga batu patah menjadi dua. 

Saat itu korban lari masuk ke dalam rumah sambil teriak mita tolong pada anaknya. Terdakwa kembali mengambil batu yang ada di samping pintu dan masuk mengejar korban. 

Setelah masuk ke dalam rumah,  terdakwa mencari korban dan menemukan korban terbaring di pinggir tempat tidur dengan posisi miring menghadap tembok. 

Melihat itu, terdakwa langsung mendekati korban dan memukul kepala korban sebanyak 2 kali dengan menggunakan batu hingga batu itu patah menjadi dua. 

Tak sampai disitu, terdakwa pun lalu menjambak rambut korban dan mengambil sebuah botol yang mirip dengan botol parfum dan kemudian dipukul kan ke kepala korban berkali-kali. 

Belum puas juga,  terdakwa kembali mengambil patahan batu dan menghajar kepala korban berkali-kali hingga korban tidak bergerak. 

Setelah melancarkan aksinya,  terdakwa berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuangnya di pekarangan rumah sebelah timur. Selanjutnya terdakwa menutup pintu rumah dan menunggu anak korban dari beli rokok di warung.

Belum sempat saksi Andi Cahyadi masuk ke dalam rumah untuk pamit pada ibunya, terdakwa bergegas meminta kepada saksi untuk mengantarkan ke tempat kosnya. 

Sampai di tempat kosnya, terdakwa langsung mandi berganti baju dan kembali mengajak saksi Andi Cahyadi ke tempat aduan ayam. Namun, dalam perjalanan saksi Andi Cahyadi dihubungi Adiknya  bahwa ibunya terjatuh penuh darah di kamar tidur.

Andi Cahyadi pun akhirnya pulang ke rumah dengan mengajak serta terdakwa. Sampai di rumah, saksi Andi Cahyadi langsung masuk ke dalam mengajak serta terdakwa. 

Bahkan tedsakwa terkesan pura-pura panik dan serta mengantarkan korban ke rumah sakit. Namun belum sempat mendapat perawatan, korban sudah dinyatakan tidak bernyawa.

"Pihak rumah sakit yang melihat kondisi korban, menyatakan korban tewas tidak wajar akhirnya menghubungi Polisi. Hingga terungkap dan mengamankan terdakwa," tutup Jaksa Santiawan.mot/utm


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER