Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Ambil Paket Sabu dari Malaysia, Aldo Dihukum 8 Tahun

  • 01 Mei 2020
  • 21:35 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1428 Pengunjung
Jaksa Lovi Pusnawan saat mendengarkan putusan Hakim

Denpasar,suaradewata.com - Orang tua Aldo Putra Kurniawan (22) seakan penuh sesal lantaran selama ini terlalu memanjakan kedua anaknya. Bagaiamana tidak, kini kedua putranya mendekam dalam jeruji besi dalam waktu yang lama karena terjerat narkoba.

Setelah Hendra Kurniawan alias Said (27) masuk lapas Karangasem, kini giliran adiknya yang tinggal semester akhir di sebuah perguruan tinggi swasta harus mendekam selama 8 tahun di Lapas Kerobokan.

Itu setelah Dewa Budi Watsara,SH.MH yang memimpin jalannya persisangan dalam perkara ini memutuskan pemuda beralamat di Pemecutan Kelod, Denpasar Barat ini bersalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 114 (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan penjara selama 8 tahun dan denda Rp1 miliar subsidair 3 bulan penjara," bunyi putusan yang dibacakan melalui telekonferens di PN Denpasar.

Kasus yang menjerat terdakwa yang masih berstatus mahasiswa ini bermula saat dia menerima kirim paket dari Malaysia pada 26 Agustus 2019 lalu. Aldo menerima paket berisi sabu tersebut atas suruhan kakaknya.

Menariknya, dalam kasus ini, dua orang suruhan Said yakni Thio Firmasyah alias Cungkring (25), dan M.Shihabul Amilin alias Wayan (34) dihukum lebih tinggi oleh majelis hakim.

Padahal kedua kurir ini hanya ditugaskan memantau dan memastikan Aldo sudah mengambil paket sabu yang dikirim dari Malaysia. Dalam sidang terpisah, Thio divonis 11 tahun pejara dan denda Rp1 Miliar subsidair 3 bulan penjara, sedangka Amilin divonis 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 2 bulan penjara.

Dalam putusannya, majelis hakim yang sama berpendapat ketiga terdakwa ini terbukti bermufakat jahat tanpa hak atau melawan hukum menerima narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu seberat 177 gram gram netto.

Terhadap putusan ini, Aldo melalui penasehat hukumnya Siti Sapurah,SH langsung menyatakan banding. Sedangkan Thio dan Amilin yang didampingi pihak Peradi Denpasar menyatakan pikir-pikir. 

Sementara menanggapi putusan majelis hakim, masing-masing Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Jaksa I Made Lovi Pusnawan, I Made Santiawan dan Ni Komang Suastini menyatakan masih pikir-pikir.

Sebelumnya para jaksa tersebut menuntut terdakwa Aldo dan M.Shihabul dituntut dengan pidana masing-masing 12 tahun penjara. Sedangkan Thio dituntut pidana penjara selama 13 tahun.mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER