Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Serius Tangani Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan, Gianyar Diberi Reward TPS 3R

  • 29 April 2020
  • 19:00 WITA
  • Gianyar
  • Dibaca: 1472 Pengunjung
istimewa

Gianyar,suaradewata.com - Komitmen serius Kabupaten Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pengelolaan sampah, mendapat apreasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Kementerian ini menghadiahkan satu unit TPS 3R senilai Rp600 juta kepada Pemkab Gianyar.

Hal itu terungkap saat Tenaga Fasitator Lapangan (TFL) Infrastruktur berbasis Masyarakat Bidang Sanitasi Tahun 2020 dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali, beraudiensi dengan jajaran DLH Gianyar, Selasa (28/4). TFL tesebut terdiri dari koodinator Dewa Alit Setiarsa, TFL Bidang Pemberdayaan Dewa Gede Janardana, dan TFL Teknik Dewa Gede Suariawan Dwipayana. Mereka diterima Plt Kepala DLH Gianyar Drs. I Wayan Kujus Pawitra didampingi jajaran DLH dan penggiat lingkungan sekaligus konsultan pengelolaan sampah Ketut Suarnaya.

Dewa Alit Setiarsa menjelaskan, Kementerian PUPR RI melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali telah memantau secara cermat tentang keseriusan Pemkab/kota se-Bali dalam mengelola sampah. Dari pemantauan itu didapatkan data, belum semua kabupaten/kota berkategori berhasil dalam mengelola sampah. Bahkan dari hasil pemantauan dari pihak Balai tahun 2018, ada Program TPS 3R yang tak jalan. Penyebabnya antara lain, tak ada biaya operasional dan kurangnya komitmen dalam penanganan sampah secara serius.

Oleh karena itu, Kementerian PUPR hanya dapat memberikan penghargaan masing-masing satu unit TPS3R kepada kabupaten yang dinilai serius. ‘’Dari sembilan kabupaten/kota se-Bali yang dapat bantuan TPS3R ini adalah Jembrana, Tabanan, Gianyar, Buleleng dan  Klungung,’’ jelasnya.

Dewa Alit Setirasa memaparkan, TPS 3R ini senilai Rp600 juta dari APBN, terdiri dari unit hanggar, mesin pencacah sampah, mesin pengayak, motor angkut sampah jenis motor cikar dan perkantoran sederhana dilengkapi toilet. Anggaran ini tak boleh dipakai untuk honor-honor, hanya boleh dipakai 3 persen untuk biaya operasional. TPS 3R ini diwujudkan dan dikelola  dengan pola swakelola oleh pokmas (kelompok masyarakat) berbasis banjar, desa adat atau kedinasan.

Idealnya TPS 3R ini dibangun di atas lahan 8 - 15 are yang disediakan oleh pihak pokmas/desa. ‘’Harapan kami karena pengelolaan swadaya, unit TPS 3R ini ditopang dengan dana dari desa. Misalnya, untuk pembuatan pagar, dan kebutuhan standar lainnya,’’ ujarnya seraya menambahkan TPS 3R ini ditarget mulai operasi November 2020. Selanjutnya operasionalnya akan diberikan pendampingan sampai Desember 2020, lanjut evaluasi dan monitoring dari Balai dengan melibatkan konsultan atau dari DLH Gianyar.

Plt Kepala DLH Gianyar  Wayan Kujus Pawitra memaparkan, model bantuan  program TPS 3 R ini sangat sejalan dengan konsep penanganganan dan pengelolaan sampah di Gianyar. "Kita sekarang sedang menuju ke arah itu,  banyak  desa di Gianyar sekarang sedang merancang pembangunan TPS 3R ,  bahkan sudah memiliki TPS 3R. Untuk pembangunan TPS3R ini, selain dibangun oleh desa, desa adat, juga difasilitasi oleh komunitas peduli lingkungan, Pemkab Gianyar juga sudah menjalin kerjasama  dengan Yayasan Bumi Sasmaya dalam upaya pembangunan TPS 3 R di desa-desa yang ada di Gianyar," ungkap Kujus. 

Sekretaris DPRD Gianyar ini juga menyampaikan kebanggaan dan terima kasih atas apresiasi Kementerian PUPR RI yang serius dalam penciptaan lingkungan bersih dan sehat bagi masyarakat melalui bantuan program TPS3R ini. 

Bantuan ini sangat berarti bagi DLH dan desa yang masih membutuhkan. Lebih-lebih bantuan ini tak hanya berupa fisik, juga pendampingan berbasis pokmas. "Tak kalah penting dari manfaat bantuan ini, tentu nilai edukasinya terhadap masyarakat. Model ini sangat baik karena sekaligus mendidik masyarakat tak manja karena bantuan,’’ jelasnya.

Dia menambahkan DLH segera akan membuat kajian tentang desa/kelurahan mana yang dipercaya untuk menerima bantaun TPS3R ini. Tentu dengan syarat komitmen masyarakat yang tinggi, belum punya TPS 3R, dan ketersediaan lahan yang memadai. 

‘’Kami pastikan akan banyak desa yang menginginkan bantuan ini. Makanya nantinya kami mohonkan kepada balai , satker dari kementerian untuk melakukan  seleksi secara ketat dan benar dan survey kelapangan sesuai kriteria  terutama komitmenya untuk menjaga keberlanjutan opersonal TPS 3R ini,’’ jelas pejabat asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar ini. gus/rls/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER