Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Ada Oknum PMI Tak Disiplin Selama Karantina, Sanksi Bakal Menanti

  • 23 April 2020
  • 20:40 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1337 Pengunjung
suaradewata

Buleleng, suaradewata.com - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng bakal menindak tegas bagi oknum Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng yang menjalani karantina tidak disiplin baik itu di hotel maupun di desanya masing-masing. Penegasan ini menyusul adanya temuan sejumlah oknum PMI yang tak disiplin selama karantina.

Ketua Tim GTPP Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengaku, sudah menerima laporan ada dugaan oknum PMI yang tak disiplin selama menjalani karantin. Banyak oknum PMI kedapatan berkumpul dengan PMI lainnya di areal hotel dan ada kedapatan sedang minum-minuman keras.

"Mereka diawasi oleh Tim Gugus Tugas. Justru mereka cenderung melakukan gerakan yang dikatakan melanggar sosial distancing. Bahkan malah ada yang kedapatan minum-minum bersama di hotel. Saya minta ini diawasi terus," kata Suradnyana, Kamis (23/4/2020).

Atas kondisi ini, tim GTPP Covid-19 Buleleng akan berkordinasi dengan Polres Buleleng terkait sanksi tegas dan terukur bagi PMI yang melanggar protokol saat karantina. Ini hanya untuk memberi rasa aman bagi masyarakat, untuk bisa memutus rantai penyebaran virus Corona.

"Kami akan menerapkan aturan tegas bagi para PMI yang tak taat aturan. Tapi terkait aturan tegas itu, kami akan rapat dulu dengan Kapolres Buleleng. Kalau tidak mau diberikan tindakan bersifat persuasif, terpaksa diberikan tindakan represif," tegas Suradnyana.

Suradnyana tak menampik, jika saat ini pihaknya baru sebatas mengeluarkan imbauan. Setelah 30 April pihaknya akan memberlakukan tindakan tegas. Apalagi banyak PMI yang tidak terdeteksi masuk melalui jalur darat, bukan dari Bandara Ngurah Rai. "Banyak PMI yang landing di Jakarta, masuk jalur darat ke Bali dan ke Buleleng. Padahal kami telah menunggu di Bandara begitu juga di Benoa," tandas Suradnyana. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER