Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Jadi Kurir Sabu, Kuli Bangunan ini Dituntut 10 Tahun Bui

  • 14 April 2020
  • 17:35 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1341 Pengunjung
suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - Anggi Restu Cahya Sugiarto (27) pria asal Situbondo, Jawa Timur yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan hanya bisa diam saat mendengar tuntutan jaksa yang begitu tinggi.

Pada sidang yang dibacakan secara telekonfren, Anggi oleh Jaksa Gusti Lanang Suyadnyana,SH dinilai telah melawan hukum sebagaimana tertuang dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Memohon kepada majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama 10 tahun. Serta pidana denda sebesar Rp1 miliar subsidair 3 bulan penjara," ungkap Jaksa melalui online.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa Kejati Bali ini menilai terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram berupa sabu seberat 5,86 gram. 

Diuraikan JPU dalam dakwaannya, tindak pidana yang dilakukan pria yang tinggal di sebuah kamar kost di Jalan Pulau Belitung I, Gang 77X, Denpasar Selatan ini dimulai sejak Selasa, 12 November 2019 ketika dia dihubungi melalui telpon oleh seseorang bernama Rudi untuk mengambil sabu di kos terdakwa. 

Terdakwa kemudian menemui Rudi untuk mengambil sabu sebanyak 10 paket sabu kecil dan 1 paket besar. Lalu, terdakwa kembali ke kamar kosnya dan langsung membagi paket besar menjadi 35 paket kecil sesuai perintah Rudi. 

"Dari keseluruhan paket yang dikuasai terdakwa berjumlah 45 paket kecil, kemudian terdakwa diberi 15 alamat untuk menempel sebanyak 19 paket oleh Rudi," beber Jaksa Lanang.

Setelah menuntaskan tugasnya itu,  terdakwa kembali ditelpon oleh Rudi untuk memecah satu paket dari 26 paket sisa tempel. Terdakwa kemudian mengambil 1 paket yang kelihatan agak banyak dan memecah menjadi 4 paket. Lalu, terdakwa bergerak lagi untul menempel paket sabu tersebut. 

Pada tanggal 14 November 2019 sekira pukul 13.30 Wita, bertempat di kamar kos terdakwa ketika terdakwa datang dari menempel sabu, datang petugas dari Polresta Denpasar untuk melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Namun saat itu polisi hanya menemukan 26 paket sabu yang belum ditempel oleh terdakwa. Petugas kemudian memboyong terdakwa dan barang bukti ke Polresta Denpasar untuk proses lebih lanjut.  

Setelah dilakukan penimbangan terhadap barang bukti sabu yang dikuasi terdakwa tersebut, diketahui berat bersihnya hanya 5, 86 gram. 

Dihadapan hakim diketuai IGN Putra Atmaja,SH.MH, melalui penasehat hukumnya dari PBH Peradi Denpasar berniat mengajukan pembelaan secara tertulis pada Kamis (16/4).mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER