Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

UMKM Didorong Membuat APD, Widiana : Kami Ikut Memasarkannya

  • 06 April 2020
  • 16:10 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 1401 Pengunjung
suaradewata

Badung, suaradewata.com - Dampak dari Covid-19, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Badung dimotivasi dan didorong untuk membuat Alat Pelindung Diri (APD). Hasil APD tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perdagangan Kabupaten Badung siap ikut memasarkannya.  

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, Made Widiana mengatakan Dengan mewabahnya Covid-19 ini pihaknya mendorong UMKM untuk ikut berperan membuat yang namanya APD. Apakah itu masker maupun itu hand sanitizer. Hasil APD tersebut nantinya dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan ikut memasarkannya. 

"Saat ini sudah ada 8 UMKM yang bergerak untuk menangani itu dan orderannya itu sudah berdatangan, kami di Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan memotivasi dan mendorong memfasilitasi ikut memasarkan terkait koperasinya, sudah itu ke OPD OPD terkait, dan termasuk juga di perusahaan perusahaan yang sangat membutuhkan itu," ungkap Widiana kepada media suaradewata.com, Senin, (06/04/2020). 

UMKM yang terdampak Covid-19 sesuai data saat ini hingga berita ini diturunkan untuk di kabupaten Badung saat ini terdata sebanyak 1056 UMKM. Karena data itu adalah my name my dress dan juga terdapat Nomer Induk Keluarga (NIK) harus tercantum sehingga tidak ada double data. Untuk itu, ia mendorong UMKM lainnya juga ikut membuat APD. 

"Jadi yang mempunyai kemampuan, kita kan tidak bisa memaksakan ini, setelah kita motivasi baru sekitar 8 UMKM yang bergerak di bidang itu, yang mau bergerak di bidang APD kita hanya memfasilitasi memasarkan APD," terangnya.

Ditanya apakah ada bantuan dana kepada UMKM? Ia menjawab masih menunggu kebijakan dari Pusat. Kata ia untuk bantuan dana belum ada dan masih menunggu kebijakan dari pusat terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ada di Kabupaten. Karena sebelumnya adalah untuk kegiatan sosialisasi atau penguatan di bidang kelembagaan itu disuruh menghentikan, artinya akan dibawa kepada kegiatan untuk Covid-19 ini.

"Nah ini yang kami masih tunggu surat dari pusat, supaya kami tidak salah merelokasikan dana itu, ada dana sedikit tapi sedikit, karena yang punya dana DAK itu adalah pusat," jawabnya.ang/utm


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER