Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Festival Kuliner HUT PDIP di Arena CFD

  • 23 Februari 2020
  • 19:30 WITA
  • Gianyar
  • Dibaca: 1248 Pengunjung
suaradewata

Gianyar, suaradewata.com - Ratusan siswa dari 14 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beradu cakap memasak di arena Car Free Day (CFD) Gianyar pada Minggu (23/2/2020). Festival kuliner serangkaian HIT PDI Perjuangan ini diharapkan menumbuhkan jiwa wirausaha dan menjadi tujuan wisata kuliner di Gianyar.

Ketua panitia, Luh Suciningsih, mengatakan pelajar yang hadir dari SMK pariwisata di Gianyar. "Mereka membuat 12 porsi, 2 untuk juri dan 10 untuk undangan," ujar anggota fraksi PDIP DPRD Gianyar ini.

Ada dua agenda yang dijalankan PDIP Gianyar selaku penyelenggara lomba. "Pertama mengasah skill (keterampilan, red). Kedua, setelah tamat bisa jadi wirausaha," jelasnya.

Mengenai teknis, pelajar diberikan durasi memasak 3 jam. Mulai dari mengolah hingga menata makanan. Para juri profesional dari Asosiasi Chef Indonesia terus memantau dari awal hingga akhir lomba. "Semuanya dinilai, dari cara memasak, sampai penilaian rasa," paparnya.

Para pemenang akan mendapat hadiah. Hadiah best of the best meraih Rp 5 juta. "Mudah-mudahan ke depan ada banyak lomba kuliner begini. Karena Gianyar jadi tujuan wisata dunia," pintanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Mahayastra, mengaku lomba kuliner bagi pedagang sudah berlangsung beberapa kali. "Pedagang dudah beberapa kali kami libatkan. Murid yang belum," ujar bupati Gianyar itu.

Dalam lomba ini, dikedepankan kebersihan. "Sekarang anak didik kami kedepankan higienis. Ini menumbuhkan kewirausahaan baru. Setelah tamat dia siap berusaha sendiri," jelasnya.

Diakui, mindset berwirausaha belum banyak dilakukan generasi milenial. "Kalau kebanyakan sekarang tamat, jadi buruh (pekerja, red). Bila perlu cari buruh (wirausaha). Jauh lebih penting," terangnya.

Dalam berwirausaha, lanjut dia, harus gencar promosi dari segala bidang. "Sekarang eranya promosi yang penting, nggak bisa lagi tradisional. Harus kembangkan sayap, untuk keluarga," pungkasnya. gus/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER