Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Nyoman Parta Apresiasi Kinerja Pertamina dan PLN, Jangan Terjebak dengan Zona Nyaman

  • 04 Februari 2020
  • 00:05 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1415 Pengunjung
istimewa

Jakarta, suaradewata.com – Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta mengapresiasi rencana Pertamina dan PLN untuk mewujudkan clean energy dalam rapat bersama jajaran direksi BUMN, Senin (3/2/2020) di Senayan. Namun Parta berharap, jangan terjebak dengan zona nyaman.

Rencana Pertamina untuk memperluas penggunaan bahan bakar biodiesel di Indonesia mendapat apresiasi Nyoman Parta dalam rapat pembahasan energy Komisi VI DPR RI. Langkah Pertamina tersebut bisa mengurangi subsidi dari APBN mencapai Rp 63Triliun, mengurangi impor solar, penyerapan tenaga kerja. “Dan paling penting mengurangi efek rumah kaca, hal tersebut sangat kami apresiasi,” ungkap Parta.

Namun ia memberi catatan penting jika Pertamina berhasil mengaplikasikan biodiesel hingga B100 yakni jangan sampai ada perambahan hutan. “Di satu sisi ada keberhasilan namun di sisi lain ada pengorbanan yang sangat besar sekali,” ujarnya.

Ditambahkannya, jangan juga bio energy sampai menghambat penggunaan kendaraan listrik karena bagaimanapun penggunaan bio energy masih menghasilkan akan emisi.

Sementara untuk PLN, Parta mengatakan bahwa Bali sebagaimana daerah pemilihan yang diwakilinya, Pemprov telah melakukan MoU dengan PLN untuk menjadikan Bali sebagai tempat pengunaan energy baru dan terbarukan. “Tetapi kami belum melihat progress sampai hari ini, yang kami lihat hanya baru rooftop di kantor PLN. Berapa sih daya yang bisa di distribusikan? paling baru di tingkat kebutuhan internal,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Ironisnya pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga angina yang ada di Nusa Penida tidak berfungsi. “Saya mohon ini dilakukan inspeksi ke lapangan karena sudah lama tidak berfungsi,” harapnya.

Terakhir katanya, pemerintahan Jokowi dan DPR telah sepakat mendorong menggunakan energi baru dan terbarukan, tetapi sekeras apapun dorongan pemerintah dan dewan jika direksi Pertamina dan PLN tidak melakukan inovasi dan terjebak dengan zona nyaman, terkungkung dengan energi fosil karena suatu saat bisa habis dan sudah pasti merusak lingkungan. Walaupun hasil yang didapatkan dari sector tersebut sangat besar. “Sementara Indonesia memiliki banyak sumber energi terbarukan yang tidak akan pernah habis, banyak variannya yang kita miliki, peralihan menggunakan energi baru dan terbarukan ini merupakan investasi untuk anak cucu kita ke depannya,” tegasnya. gus/ari


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER