Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Ingin Bawa Angin yang Berbeda, dr. Ngurah Ambil Form Bacawabup di Golkar Tabanan

  • 29 Januari 2020
  • 15:45 WITA
  • Tabanan
  • Dibaca: 1647 Pengunjung
suaradewata

Tabanan, suaradewata.com - dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa. Dokter yang juga praktisi pengobatan terintegrasi, penulis buku, dan sport performance specialist mengambil formulir penjaringan bakal calon wakil bupati di Partai Golkar Tabanan, Selasa (28/1/2020).

Datang diidampingi kerabatnya dr. Ngurah mengatakan bahwa alasannya mengikuti penjaringan melalui Partai Golkar adalah karena dirinya ingin menghidupkan kontestasi politik di Tabanan. Disamping itu momen ini bertepatan dengan Karya Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, dalam hal Pilkada pengurip gumi itu tidak hanya mengharmoniskan aspek alam, manusia dan palemahan namun uga dalam manusia ada yang namanya dinamika sosial termasuk politik.

Ia pun ingin memunculkan wajah baru atau topeng baru dengan membawa perubahan dan angin yang berbeda di Tabanan. "Dan keluarga inti juga sudah mendukung 100 persen. Sedangkan untuk dukungan lain ia menyebutkan masih akan berproses, jadi dakam tahap ini cukup restu keluarga dan betara kawitan dulu," tegasnya.

Dan apabila nanti mendapatkan rekomendasi dari partai, kerja nyata yang akan ia lakukan adalah melepas sekat antara masyarakat dan pemimpin. Ia pun mencontohkan Bupati Klungkung yang bisa dihubungi lewat media sosial Facebook, sehingga ketika ada permasalahan langsung ditanggapi dan diselesaikan oleh Bupati. Ia juga menyinggung prestasi Kabupaten Klungkung yang mampu mengcover seluruh masyarakatnya dalam BPJS sehingga mendapatkan predikat UHC. "Yang UHC kan Klungkung dan Badung, Klungkung dengan PAD yang kecil saja bisa, karena dampak ekonomi ketika masyarakat tercover BPJS maka masyarakat tidak lagi keluar uang untuk berobat dan uangnya bisa untuk kebutuhan lain termasuk sekolah dan sebagainya. Disinilah pentingnya kebijakan dari pemerintah, Klungkung ndak punya uang tapi punya kebijakan," ujarnya.

Terakhir ia serahkan seluruh proses penjaringan kepada partai, termasuk dengan siapa dirinya akan berpasangan. Karena partai memiliki pandangan yang lebih objektif. Ia mengaku siap berkolaborasi dengan siapa saja termasuk ketika tidak dapat rekomendasi dirinya juga siap jadi oposite dari incumbent-incumbent karena ingin jadi agen perubahan. ayu/sar


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER