Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Keluar Ruangan Saat Rakernas, Kader PDIP Gianyar Kena Sanksi

  • 15 Januari 2020
  • 21:15 WITA
  • Gianyar
  • Dibaca: 1316 Pengunjung
google

Gianyar, suaradewata.com - Salah satu kader PDIP Gianyar bernama Ketut S mendapatkan sanksi keras setelah mengikuti rapat kerja nasional (rakernas) partai yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu. Lantaran saat ada pengarahan dari DPP PDIP, ia malah kedapatan keluar ruang pertemuan.

Sanksi yang dikenakan kader PDIP Dapil Tegallalang itu dibenarkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar, I Made Mahayastra. Politisi akrab sapaan Agus Mahayastra ini mengakui bahwa satu orang kadernya yang saat ini menduduki kursi di DPRD Gianyar harus dikenai sanksi. Diungkapkan sanksi itu diterima lantaran ada di luar ruang pertemuan saat rakernas tengah berlangsung. “Saat Rakernas, kita di Gianyar kena satu, kebetulan berkeliaran saat ada pengarahan dari DPP, “ ucap Mahayastra yang juga Bupati Gianyar ini, Rabu (15/1/2020).

Dikatakannya, kader berinisial Ketut S ini pun langsung dikenai sanksi, berupa penurunan jabatan dari posisi sebelumnya. Diketahui kader asal Kecamatan Tegallalang itu sebelumnya menjadi Sekretaris Komisi II DPRD Gianyar. “Tidak hanya teguran, tetapi sudah langsung sanksi, sebelumnya sebagai sekretaris komisi II, kita copot menjadi anggota biasa," tegasnya.

Mahayastra menambahkan saat rakernas berlangsung kader itu ini hanya beberapa meter di luar pintu. Namun dipastikan masih berada di gedung tempat berlangsungnya Rakernas. "Dia masih di sana hanya di luar pintu saja, jarak beberapa meter dari pintu, alasan keluar mungkin makan atau kencing, tetapi itu tidak diterima sama DPP dan langsung disanksi," ucapnya depan awak media. 

Sementara itu, Ketut S saat dikonfirmasi mengenai sanksi tersebut mengatakan, belum ada sanksi yang diberikan padanya. Yang ada hanya teguran saat kejadian berlangsung. "Itu hanya teguran saja, karena waktu Rakernas ada teman-teman keluar sebentar ke toilet sehingga ditegur. Jika seperti itu lagi baru akan dikenakan sanksi,” jelasnya. gus/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER