Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Peresmian Purana Pura Dalem Solo Banjar Aseman Sedang Abiansemal

  • 08 Desember 2019
  • 21:15 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 2724 Pengunjung
istimewa

Badung, suaradewata.com - Masyarakat pengempon Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo Banjar Adat Aseman, Desa Adat Sedang, Kecamatan Abiansemal, melaksanakan Upacara Peresmian dan pembacaan Purana bertepatan dengan Hari Suci Saraswati, Sabtu (07/12/2019), lalu. Purana yang berupa batang atau lempengan tembaga sebanyak 9 lembar tersebut memuat tentang sejarah Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo yang didirikan pada abad ke-14 akhir, tepatnya pada tahun 1399 menjelang tahun 1400 Masehi.

Upacara diawali dengan persembahyangan bersama warga pengempon pura dilanjutkan dengan pembacaan Purana Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo oleh Putu Dharma Susila dan Dewa Putu Gingsir sebagai artos. Selaku penulis dan penyalin Purana, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana dan I Nyoman Sukada sebagai penyusun Lontar Tatwa Catur Bumi yang merupakan petikan sumber dari terbitnya Purana Pura Dalem Solo.

Titik terang tentang purana yang dimaksud disini adalah sudah ada penjelasan tentang sejarah pura secara terinci dari Dinas Kebudayaan dan dari pihak terkait bahkan sudah dibukukan. 

Berdasarkan kejelasan ini nantinya akan dilakukan peresmian secara seremonial dengan upacara dan upakara pemlaspasan yang akan dilaksanakan pada Tanggal 10 Desember 2019.

I Gst Agung Ngurah Sumerta selaku ketua panitia menjelaskan, Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo diempon oleh krama Banjar Sedang, Banjar Aseman, Banjar Ratih dan Banjar Samu Mekar Bhuana dengan total pengempon 55 sepaon atau 150 Kepala Keluarga (KK). Pura Dalem Solo lanjutnya, terdapat beberapa pelinggih diantaranya Pura Taman Beji yang terletak di depan pura sedangkan di madya mandala terdapat Pura Alit tempat berstananya Ratu Sakti, Pelinggih Ratu Paraja Pati, Ratu Ayu dan Ratu Dalem Ped.

Selanjutnya disisi utara terdapat Pura Anyar tempat berstananya Ratu Mas Manik Lilingan dan Ratu Mas Manik Mekutu. Sedangkan dipenataran pura terdapat Pelinggih Ratu Beraban tempat penyungsungan subak, Pelinggih Ratu Pradnyan dan Ratu Tukang yang terletak disisi sebelah timur serta Gedong Pesimpenan Sang Hyang Jaran dan Meru tempat melinggih Ida Sang Hyang Subandar yang paling utama dan merupakan situs cagar budaya di Pura Dalem Solo yaitu berupa prasada (candi).

"Pura ini sudah terdaftar sebagai situs cagar budaya sejak tahun 2007 dan pada tahun 2016 telah diakui dan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung sebagai Pura Kahyangan Jagat," terang Ngurah Sumerta.

 

I Wayan Abera selaku ketua lembaga pelestarian Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo, I Gst Ngurah Ketut Sarga dan I Gst Ngr Ardana selaku Sie kajian Purana dalam keterangannya bertiga mengatakan, tujuan penulisan Purana ini agar generasi penerus mengetahui akan sejarah berdirinya Pura serta menjaga dan melestarikan pura yang juga merupakan situs cagar budaya. Lebih lanjut dijelaskan, proses penelitian diawali dengan mengundang arkeologi, purbakala dan cagar budaya untuk meneliti temuan benda-benda purbakala dan pada tahun 2007 penelitian ditingkatkan dengan membuat Purana yang dibiayai oleh Pemda Badung.

"Sebelumnya kami selaku warga pengempon pura bingung akan sejarah berdirinya pura, berbagai cara kami tempuh termasuk melakukan nunas baos (meminta petunjuk secara niskala) dan pada akhirnya kami menemukan jawaban yang tepat mengenai sejarah berdirinya Pura Dalem Solo pada salinan Lontar Tatwa Catur Bumi milik Bapak Nyoman Sukada. Semoga dengan terbitnya Purana ini dapat menjadi sumber sejarah serta sarana paiketan antar krama pengempon pura," jelasnya.

Di penghujung acara dilaksanakan penyerahan buku salinan Purana kepada Bendesa Adat Sedang I Made Bujastra oleh I Wayan Abera selaku ketua lembaga pelestarian Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo.

Acara ini dihadiri Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung diwakili oleh Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya IB Gede Arjana, Ketua PHDI Kec Abiansemal IGAK Sudaratmaja, Kepala UPT Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Bali wilayah kerja Provinsi Bali, NTB dan NTT Ni Komang Aniek Purniti, Perwakilan Camat Abiansemal, Babinsa serta Bhabinkamtibmas Kec. Abiansemal, Perbekel Desa Sedang I Gede Putu Natih, Kelian Adat dan Dinas se-Desa Sedang, Ketua BPD dan LPM Desa Sedang, Manggala Kerta Desa Sedang.ang/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER