Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Bos Hotel Paradiso Grup Langsung ke Lapas Kerobokan

  • 28 September 2019
  • 00:00 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 2020 Pengunjung
suaradewata

Denpasar, suaradewata.com - Pengusaha ternama di Nusantara atau pemilik dari Pradiso Hotel grup, Harijanto Karjadi (65) telah resmi mendekam sementara di Lapas Kelas II A Kerobokan.

Hal itu menyusul setelah dilimpahkannya berikut berkas perkara dari kasus penggelapan atau pemberi keterangan palsu dalam akta oleh Polda Bali ke Kejaksaan Negeri Denpasar di Jl.PB Soedirman, kemarin sore.

Setelah menjalani pemeriksaan selama satu jam di Kejari, Harijanto langsung dibawa ke Lapas Kerobokan menggunakan mobil tahanan Kejari. "Kita ada terima pelimpahan berkas perkara tahap dua atas nama Harijanto Karjadi. Dan dilakukan penahanan di Lapas Kerobokan selama dua puluh hari kedepan, terhitung mulai hari ini, 27 September 2019," ungkap Kasi Intel Kejari Denpasar, Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma.

Dikatakan Ary Kusuma, alasan dilakukan penahanan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

"Ada tiga orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disiapkan untuk menangani perkara ini. Mereka adalah I Ketut Sujaya, SH, Eddy Arta Wijaya, SH dan Martinus Tondu Suluh, SH., MH. Pastinya mereka ketiga jaksa senior dari Kejati Bali dan selanjutnya tinggal proses menyusun dakwaan sebelum diajukan ke pengadilan,' sebutnya.

Untuk diketahui, plimpahan bos hotel dari Polda Bali ke Kejari Denpasar ini terkesan ditutupi. Bahkan rencana akan dilimpahkan pagi hari, namun tidak kunjung kabar. Hingga sore hari secaram mendadak dilimpahkan dengan pengawalan ketat dan terburu-buru agar tidak terbidik kamera wartawan.

Dikonfirmasi soal ini, Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Bali, Kombes Pol Yanuar Kus Nugroho hanya memberikan keterangan singkat yang intinya membenarkan bahwa  telah dilimpahkan ke Kejari Dempasar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Harijanto yang kabarnya merupakan kerabat dari bos TW itu diduga telah melakukan praktik memanipulasi administrasi hukum dalam bentuk kepemilikan saham, yang dipindahkan lagi dalam masa dianggunkan bersama sang kakak Hartono Karjadi.

Tidak tanggung - tanggung, dalam dugaan praktik ini pihak Bank Sindikasi sebagai dibitur kecolongan ratusan miliar rupiah.

Harijanto Karjadi diamankan oleh pihak Kepolisian Diraja Malaysia di sebuah bandara Malaysia, Rabu (31/7) malam. Saat itu ia hendak kabur ke Hongkong mengikuti sang kakak yang telah berhasil lolos. Sedangkan Hartono Karjadi masih dalam pengejaran polisi dan telah masuk DPO. Mot/sar


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER