Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Menyangkut Puskesmas, BPN Rencana Koordinasi Dengan Dinkes Buleleng Soal Polemik Lahan di Bungkulan

  • 22 Juli 2019
  • 00:00 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1524 Pengunjung
suaradewata

Buleleng,suaradewata.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng, berencana akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng terkait dengan persoalan status lahan lapangan desa Bungkulan dan Puskesmas Pembantu I desa yang kabarnya disertifikatkan oleh perorangan bernama Ketut Kusuma Ardana yang merupakan Perbekel Desa Bungkulan yang kini memasuki masa cuti karena pencalonan.

Sebelumnya, persoalan status lahan ini mencuat ketika perwakilan warga Desa Bungkulan mendatangi kantor BPN Buleleng. Mereka mempertanyakan kejelasan status lahan fasum di Desa Bungkulan berupa lapangan deza dan Puskesmas Pembantu I desa yang kabarnya disertifikatkan oleh Ketut Kusuma Ardana. Jika terbukti lahan itu disertifikatkan, mereka meminta agar BPN membatalkan sertifikat tersebut.

Kepala BPN Buleleng, IGN. Pariatna Jaya mengatakan, pihakmya akan melakukan koordinasi dengan Dinkes Buleleng. Mengingat, diatas lahan tersebut ada bangunan Puskesmas. "Kami akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, karena disana terdapat bangunan Puskesmas. Nanti kami akan kaitkan dengan aspirasi warga Desa Bungkulan," kata Pariatna Jaya.

Menurut Pariatna, saat ini BPN Buleleng masih mengkaji terkait aspirasi warga. Bahkan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan. "Belum, mungkin hari Senin (besok, red) ini sudah ada hasilnya dan kami sampaikan langsung di hari Senin," ujar Pariatna Jaya.

Terkait aspirasi warga Desa Bungkulan yang tidak sekedar meminta informasi terkait status tanah yang disertifikatkan atas nama Kusuma Ardana, tapi juga permohonan pembatalan terhadap sertifikat tersebut, menurut Pariatna, semua melalui proses hukum.

"Kami akan melakukan mediasi nanti denhan melibatkan warga, pemegang sertifikat, termasuk Pemkab Buleleng dan Dinas Kesehatan. Dari keterangan para pihak ini, kami nantinya bisa akan memberikan gambaran yang jelas," tandas Pariatna Jaya. Rik/sar


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER