Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Tukang Parkir Pesiapan OTT, Bupati Eka Kaget Ada Parkir Dikelola Adat

  • 09 Maret 2017
  • 00:00 WITA
  • Tabanan
  • Dibaca: 4902 Pengunjung
suaradewata.com

Tabanan, www.suaradewata.com - Pasca kena OTTnya Tukang Parkir adat, MS,53 di terminal pesiapan Senin, (06/05/2017) lalu membuat orang nomer satu di Tabanan yakni Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti kaget. Pasalnya dia tidak menduga kalau parkir tersebut dikelola oleh adat. Dia sangat menyayangkan adanya parkir yang dikelola dengan karcis adat, karena menurutnya seharusnya retribusi tersebut dikelola oleh Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan. "Kedepan saya harapkan di tempat lain tidak ada terjadi seperti itu," ucap Eka.

Seperti berita pada suaradewata.com/read/2017/03/06/201703060024/Giliran-Tukang-Parkir-Adat-di-Pesiapan-Kena-OTT.html, bahwa tukang parkir di Terminal Pesiapan kedapatan memungut parkir tanpa memberikan karcis parkir. Dan akhirnya tukang parkir tersebut ditangkap tim saber pungli Polres Tabanan. Bila dihitung, Tim saber pungli Polres Tabanan sudah berhasil menangkap pelaku pungli yang ketiga kalinya. Bahkan sebelumnya dari pihak legislatif pun angkat bicara terkait OTT yang kedua kalinya seperti pada berita suaradewata.com/read/2017/02/16/201702160005/Ini-Kata-Komisi-I-DPRD-Tabanan-Terkait-Pungli.html.

Menurut Bupati Eka pemungutan tersebut seharusnya peran dari Pemerintah dan tidak boleh Adat yang mengelola. Dirinya mengaku kaget lantaran belum pernah melihat karcis adat. "Baru pertama kali saya lihat karcis adat, setahu saya yang saya tahu, karcis yang resmi dari Pemerintah, yang dikeluarkan oleh perhubungan," ucapnya.

Dia menerangkan, karcis yang resmi dari Pemerintah diatur oleh Perhubungan. Lantaran karcis resmi tersebut ada hubungannya dengan retribusi pendapatan Daerah. Dan sangat disayangkan lantaran baru pertama kali Dirinya melihat karcis seperti itu. "Ya ditertibkan lah, jangan sampai ada karcis yang dicetak oleh pihak pihak tertentu, gak boleh, itu harus Pemerintah yang punya kewenangan," terangnya.

Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP I Putu Oka Suyasa saat dikonfirmasi untuk perkembangan terkait OTT di terminal Pesiapan. Dirinya mengatakan untuk pelakunya masih diperiksa untuk dimintai keterangan. "Masih dimintai keterangan, tetap prosesnya untuk ada kepastian hukum, untuk pelakunya masih diintrogasi, dan tetap masih ada pengembangan," ucap Suyasa.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun terkait karcis adat tersebut. Bahwa pemungut karcis tersebut memang Adat setempat yang memungut. Dengan menugaskan 7 orang dengan jadwal shift-shift yang sudah diatur. Sedangkan untuk dana karcis yang sudah terkumpul itu ditargetkan masuk ke Banjar Adat tersebut sebesar 3 juta perbulan. Untuk digunakan dalam pembangunan di wilayah Banjar Adat tersebut. Seperti perbaikan bangunan Balai Banjar baru-baru ini. ang/gin


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER