Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

KPPAD Protes, Sekelompok Pelajar Nyuri Dihakimi Warga

  • 25 Januari 2017
  • 00:00 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 3405 Pengunjung
suaradewata.com

Denpasar, suaradewata.com - Sekelompok pelajar yang menjadi bulan-bulanan warga di Denpasar lantaran ketahuan mencuri sepeda gunung di Jalan Malboro Gang III No 8, Denpasar Barat, Selasa (24/1/2017) sekitar pukul 01.00 wita, kini diamankan di Polsek Denpasar Barat.

Ketua Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Anie Asmoro mengatakan, mereka itu adalah korban meski mereka pelaku. 

"Kita wajib mengawal dan melakukan pemantauan, kita diberikan kesempatan bertemu langsung dengan anak-anak. Dan dari pengakuan mereka ada yang pertama kali, ada yang beberapa kali. Ada yang kost, ada yang kabur dari rumah, ada yang tinggal sama orang tuanya dan itu kurang pengawasan," ujarnya di Mapolsek Denpasar Barat, Kamis (25/1/2017).

Diceritakan, anak-anak itu kenal dari sering main layangan, di Bukit Tunggal, sementara yang perempuan KDP itu, adalah pacarnya pelaku Bayu Saputra.

"Tidak ada pengancaman, mereka tidak tau kalau mau diajak mencuri, ada yang tiga kali, sepeda semua, mereka jual. Mereka ini sesungguhnya berkecukupan, tapi mungkin itu perlu kaji apa si latar belakangnya, ujarnya. Kedepan, pihaknya akan berkordinasi dengan mengundang orangtua, komite, sekolah, seperti kasus geng motor, semacam FGD.

"Stakeholder kita ajak untuk mencari pencetus kira-kira mengapa anak-anak ini menjadi salah pergaulan," ujar I Ketut Anjasmara, anggota KPPAD Bali.

Ditambahkannya, rata-rata pelaku dari keluarga broken home, bahkan ada yang kos sendiri yang berinisial KC, pelajar SMP asal Banyuwangi, bahkan ada pelaku perempuan berinsial KDP yang Drop Out dari SMA.

"Ini menjadi masalah bagi kita, kebanyakan mereka ikut-ikutan diajak sama Bayu Saputra, untuk mencuri," tambah Anjasmara.

Sementara Ni Luh Gede Yastini Divisi Hukum dan Kebijakan KPPAD menyesalkan kasus pemukulan yang dialami oleh para pelaku.

"Persoalan utama dari keluarga, mungkin mereka kurang perhatian. Kekuatan keluarga itu sangat penting. Yang kami sesalkan ada pemukulannya. Janganlah dipukuli, itu yang kami sayangkan, proses hukum tetap berjalan tapi kalau bisa jangan sampai dipenjara," ujarnya seraya menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus pemukulan.

"Ok mereka mencuri mereka itu pelaku tapi tolong mereka masih anak-anak serahkan saja ke kantor polisi jangan main hakim sendiri," tegasnya.

Sekedar informasi, kelompok pelajar berjumlah 7 orang berinisial Bayu Saputra (18) Pelajar, Pemetik, OBP (16) Pelajar kini dirawat (di RS Wangaya), Pemetik, MMI (16), KDS (13), HP (15), AWH (15) perempuan dan KDP (16), ditangkap warga lantaran kedapatan mencuri satu unit Sepeda Gunung Warna Hitam Strep Biru merk Poligon milik korban Mawardi di Jalan Marlboro, Denpasar Barat pada Selasa (24/1/2017) dinihari.

Saat kedapatan mencuri itulah, anak-anak tersebut dihajar hingga babak belur oleh para warga. Menurut keterangan para pelaku mereka sudah mencuri sebanyak 4 kali di tiga TKP yang berbeda. ids/ari


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER