PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

[email protected]

WADUH…! Jelang WWF, Denpasar Darurat Sampah

Minggu, 28 April 2024

11:00 WITA

Denpasar

2783 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Ilustrasi, Kendaraan Pengangkut sampah yang berjejer antre untuk membuang sampah. Mot/SD/ist

Denpasar, suaradewata.com - Adanya gelaran internasional The 10th World Water Forum (WWF) yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 24 Mei 2024 mendatang, berdampak pada kondisi sampah di kota Denpasar.

Padahal ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwuung, akan dilakukan saat gelaran WWF berlangsung. Namun saat ini justru sudah mulai dilakukan pengurangan volume sampah yang masuk TPA, sehingga banyak tumpukan sampah warga di beberapa TPS.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bali, I Made Teja menegaskan bahwa akan dimulai penutupan sementara di TPA Suwung dari tanggal (17/5) mendatang. 

"Ya ditutup dari tiga hari sebelum itu (WWF, red) sudah mulai (ditutup, red). Tutup dulu sambil menata, sampai tanggal 25 Mei," tuturnya saat dihubungi awak media.

Sistem penutupannya pun akan sama dengan ketika masa perhelatan G20 tahun 2022 lalu. "Untuk sampah di kota, akan dimulai tanggal 18 Mei, sampah-sampah itu suruh naik dulu, masukin semua, kayak G20 juga. Nanti di TPS3R akan digerakkan, sehingga bisa masuk," sambungnya.

Masih adanya TPST di Kota Denpasar yang belum maksimal, dirinya belum menjawab karena masih ranah urusan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. 

Untuk diketahui Pemkot Denpasar melalui Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa telah memetakan skema selama penutupan TPA Suwung.

Dengan memaksimalkan depo-depo sampah yang ada di Kota Denpasar. Pihaknya juga akan memanfaatkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang ada di Kota Denpasar.

"Kita akan maksimalkan (TPS3R, red). Tadi arahan saya langsung di hadapan kepala desa/lurah untuk melakukan tata kelola sampahnya di masing-masing desa/kelurahan," ucapnya beberapa waktu lalu. Mot/red


Komentar

Berita Terbaru

\