Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

SD Minim Fasilitas, Kepsek Bilang Krisis, Kadisdik Sebut Bagus

  • 03 Desember 2015
  • 00:00 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1908 Pengunjung

Buleleng, suaradewata.com– Terkait dengan minimnya sarana dan fasilitas di sejumlah sekolah dasar yang ada di Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan setempat, Wayan Lugrahini, mengatakan tidak lagi ada masalah. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara khusus bersama media, Kamis (3/12).

“Bangunan sekolah dasar (SD) yang ada di Buleleng sudah bagus, ‘ngecling’ (Istilah setempat untuk menyebutkan bentuk bangunan bagus, red) bahkan lebih bagus dari kantor dinas pendidikan,” papar Lugrahini yang mengaku instansi yang dipimpinnya tetap mendapat subsidi dari pemerintah melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan alokasi anggaran dari pemerintah  Kabupaten Buleleng.

Hanya saja, lanjut Lugrahini, pihaknya mengharap ada peran aktif dari pihak sekolah dengan melibatkan komita orang tua untuk melakukan perawatan terhadap bangunan tersebut. Berdasarkan data di Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, terdapat 474 SD negeri dan lima SD swasta yang saat ini dalam pengawasannya. Selain itu, terdapat 22 Madrasah Islam yang langsung dibawah pengawasan Departemen Agama.

Dikonfirmasi terkait keberadaan bangunan perpustakaan yang ada di sekolah, Lugrahini menyatakan telah memenuhi semua kebutuhan tersebu. “Termasuk buku-buku kebutuhan perpustakaan pun sudah di isi dan lengkap sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” ujarnya.

Dari jumlah SD yang ada di kabupaten utara pulau Bali tersebut, ia mencatat sebanyak 6938 orang tenaga pengajar yang tersebar di 474 SD negeri dan 83 tenaga yang ada di lima SD swasta. Jumlah sekolah dasar negeri yang tersebar hingga pedesaan wilayah Kabupaten Buleleng tersebut dikatakan menampung kurang lebih 71087 siswa.

“Untuk masalah tenaga pengajar, memang masih ada kendala terkait jumlahnya yang dirasakan masih sangat kurang. Tapi sudah ada kebijakan dari Bupati Buleleng untuk mengangkat tenaga kontrak tahun 2016 sebanyak 600 orang,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Sekolah yang ada di SD Negeri 2 Panji, Kecamatan Sukasada, Ni Luh Padmawati, mengatakan kondisi sekolah yang dipimpinnya tersebut masih mengalami krisis.Dikatakan, pihaknya berupaya menangani kekurangan ruang belajar dengan mengalih fungsikan satu ruang rumah dinas guru.

“Itu pun kondisinya sangat memprihatinkan dan perlu renofasi karena sebetulnya tidak layak pakai, Kami alih fungsikan sehingga untuk siswa kelas dua bisa masuk siang setelah digunakan oleh kelas satu” papar Padmawati.

Bahkan, keberadaan unit perpustakaan pun harus menempel dengan ruang yang juga digunakan untuk oprasional sekolah. Menurutnya, dari pembangunan dan renofasi sebelumnya memang tidak dianggarkan dikarenakan luas areal sekolah yang tidak memungkinkan.

Dikatakan, pihak unit dinas pendidikan di tingkat kecamatan sebelumnya telah melakukan survey terhadap lokasi sekolah dan mengatakan tidak bisa dilakukan penambahan gedung atau ruangan untuk belajar mengajar. Sehingga, lanjutnya, tidak dilakukan penambahan ruang belajar termasuk ruang perpustakaan bagi siswa.

“Beberapa waktu sudah dilakukan pendataan bagi sekolah kami. Tapi pendataan tersebut hanya untuk renofasi dan bukan untuk penambahan ruang kelas belajar bagi siswa didik,” pungkas Padmawati kepada suaradewata.comgus

 

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER