Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Diresmikan, Jalan Shortcut Titik 5-6 Hanya Baru Bisa Dilintasi Motor dan Mobil Pribadi

  • 30 Desember 2019
  • 20:05 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1322 Pengunjung
suaradewata

Buleleng, suaradewata.com - Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Senin (30/12/2019) meresmikan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani atau dikenal shortcut titik 5-6 di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Acara peresmian ini ditandai dengan penandatangan prasasti dan sekaligus upacara melaspas.

Peresmian ini disaksikan langsung oleh Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII, Ahmad Subki, Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, dan sejumlah pejabat lainnya.

Setelah diresmikan, jalan sepanjang 1,9 kilometer ini sudah bisa dilintasi oleh motor dan mobil pribadi. Sedangkan untuk truk dan bus diarahkan untuk tetap melintas di jalan yang lama, lantaran jalan shortcut ini masih dalam tahap uji coba.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya, Achmad Subki mengatakan, uji coba ini jalan ini dilakukan hingga 2 Januari 2020. Setelah itu dilanjutkan dengan uji layak fungsi selama kurang lebih tiga hari. "Selama uji coba dan uji layak fungsi ini, kendaraan yang boleh melintas hanya motor dan mobil pribadi. Kalau sudah dinyatakan layak fungsi baru truk dan bus bisa melintas," kata Achmad Subki.

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan, acara peresmian jalan ini dipercepat. Sebab pada perayaan tahun baru, jalur ini selalu ramai dan macet. "Jalan ini dibangu agar infrastruktur di Bali terintegrasi dan terkoneksi," kata Koster.

Untuk pembangunan jalan shortcut titik 7, titik 8, titik 9 dan titik 10 akan segera diselesaikan pada tahun 2020 sesuai dengan rencana. Saat ini pembebasan lahan masih menjadi prioritas dalam kelanjutan pengerjaan titik shortcut lainnya. Setelah peresmian ini, pihaknya akan segera turun untuk menuntaskan permasalahan lahan yang masih belum terselesaikan.

"Jika berbicara soal keseimbangan pembangunan antar wilayah, menjadi hal yang mustahil kalau tidak ada pembangunan infrastruktur, maka ini akan saya selesaikan secepatnya," tegas Koster.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menambahkan, dengan diresmikannya jalan shortcut ini, maka aksesibilitas menuju ke Bali Utara akan semakin mudah dan berdampak pada pariwisata di Buleleng. "Saya harapkan, agar nanti pengembangan di Buleleng ini berbasis pada lingkungan sesuai rencana tata ruang yang baik," pungkas Suradnyana.

Pembangunan jalan jalan shortcut titik 5-6 sepanjang 1.950 meter dengan rincian panjang jembatan 210 meter dan jalan sepanjang 1.740 meter, dikerjakan langsung oleh rekanan Adi Cipta KSO. Bahkan, rampung sesuai jadwal dengan durasi pengerjaan 418 hari terhitung sejak 14 November 2018 lalu hingga serah terima pada 20 Desember 2019 lalu.

Dengan pembangunan jalan yang menelan anggaran sebesar Rp140 miliar yang bersumber dari APBN ini sangat diharapkan akan mampu memangkas tikungan dari awal jumlah 15 tikungan menjadi 5 tikungan. Sehingga, nantinya mampu mempermudah akses menuju dan dari ke Buleleng. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER